Alat Indikator Kecepatan JT 610 Sudah Rusak pada Penerbangan Terakhir



Petugas memeriksa turbin pesawat Lion Air JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu, 4 November 2018. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Komite Nasional Keselamatan Transportasi mendapati kalau penunjuk kecepatan atau Air Speed Indicator di pesawat Lion Air JT-610 rusak. Namun, hal itu belum bisa dipastikan apakah menjadi penyebab kecelakaan.

Menurut Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, kerusakan pada penunjuk kecepatan bukan hanya terjadi pada penerbangan Bandara Soekarno-Hatta menuju Pangkalpinang saja. Katanya, kerusakan penunjuk kecepatan sudah terjadi pada tiga penerbangan sebelumnya.

“(Kerusakan penunjuk kecepatan) pada empat penerbangan terakhir,” ucap dia di kantornya, Senin (5/11/2018).

Baca Juga :   BKKBN Sebut Perpres Nomor 72 Tahun 2021 Jadi Acuan Atasi Stunting

Sementara itu, Kepala Sub Komite Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Nurcahyo Utomo, menjelaskan dari empat penerbangan yang dimaksud salah satunya adalah penerbangan dari Denpasar menuju ke Jakarta yang diketahui merupakan penerbangan sebelum dari Soekarno-Hatta ke Pangkalpinang.

“Penerbangan pertama itu dari mana saya enggak tahu tujuannya, terus ke Manado. Kedua, Manado menuju Denpasar. Lalu Denpasar ke Jakarta. Terakhir Jakarta ke Pangkalpinang,” katanya.

Dia mengatakan, tiga penerbangan terjadi di hari yang sama. Sementara itu, satu penerbangan lagi adalah yang akhirnya jatuh.

Baca Juga :   Bukan Zamannya Ancam Saksi, Bisa Dipidana!

“Sehari dipakai 3 kali penerbangan itu, lalu kan terakhir itu berangkat pagi-pagi dari Jakarta ke Pangkalpinang. Secara ketentuan tidak ada yang mengatur berapa kali maksimal pesawat dibolehkan terbang, terserah operatornya. Asal perawatannya tepat dan benar,” ujar Soerjanto. (vivanews)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Jokowi Terkejut dan Sedih Atas Peristiwa Penembakan Donald Trump

Jakarta, KoranSN Presiden RI Joko Widodo menyatakan terkejut dan sedih atas peristiwa penembakan yang menimpa …

    error: Content is protected !!