Aliran Sungai Beralih Fungsi Menjadi Tumpukan Tanah dan Ditumbuhi Ilalang









Aliran sungai yang dipenuhi tumpulan tanah dan ditumbuhi reremputan liar. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Gencarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk terus melakukan gerakan gotong-royong. Namun, disisi lain di salah satu sudut Kota Palembang masih saja terlihat daerah yang dulunya aliran anak Sungai Musi, sekarang telah beralih fungsi menjadi tumpukan tanah hingga ditumbuhi rerumputan seperti ilalang.

Lokasi ini berada di Kelurahan 3/4 Ulu Laut RT 19 RW 06 Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.

Pantauan Suara Nusantara di lokasi, aliran anak Sungai Musi sepanjang lebih kurang 100 meter sudah tidak lagi seperti sediakala. Hal ini dikarenakan pada aliran tersebut sudah seperti persawahan, bahkan banyak sekali ditumbuhi rumput liar.

“Kami takut karena banyak hewan seperti Biawak dan Kadal kerap kali muncul dari aliran sungai yang dipenuhi tanah tersebut. Hewan itu sering masuk ke rumah warga dan membuat anak kecil sering menangis apabila terlihat oleh mereka,” ungkap Daud warga sekitar saat dijumpai di lokasi, Selasa (21/11/2017).

Baca Juga :   Warga Sumsel Diisolasi Menjadi 6 Pasien, 12 Orang Dipantau

Sementara, Ketua RT 19 Keluarahan 3/4 Ulu Laut, Ujang Kowi menuturkan, sebenarnya di kawasan ini beberapa waktu lalu sudah dilakukan gotong-royong guna mengurangi sampah dan volume tanah yang memenuhi aliran sungai. Namun, lantaran masih menggunakan tenaga dan alat manual, jadi pihaknya menemui kesulitan untuk mengembalikan kondisi aliran anak sungai seperti semula.

Untuk itu, dirinya berharap kepada pihak pemerintah agar memberikan solusi terhadap aliaran anak sungai di kawasan ini agar bisa dikembalikan seperti semula. Apalagi, Kota Palembang yang dominan dan lebih dikenal dengan Sungai Musi.

“Kami berharap agar diberikan solusi, bagaimana caranya sungai kami ini menjadi seperti dulu yang bisa dijadikan tempat mandi bagi anak-anak, serta bisa dimanfaatkan untuk aktifivas lainnya layaknya berada di pinggiaran sungai,” harapnya.

Baca Juga :   10 Persen Jalan Di Sumsel Kurang Baik, Polda Sumsel Siaga Satu

Terpisah Camat SU I, Novran Hansa menuturkan, sebenarnya di kawasan tersebut pihaknya dibantu warga sekitar sudah pernah melakukan gotong-royong. Namun lantaran hanya menggunakan tenaga manusia, hasilnya tidak maksimal, dimana endapan tanah tersebut tidak bisa dicabut.

Meskipun demikian, untuk lumpur, sampah atau eceng gondok bisa diatasi dengan tenaga manual, misalnya diangkut menggunakan troli dan gerobak. Untuk itu, kedepannya pihaknya akan mengajak masyarakat agar terus menggalakan gotong-royong guna mengurangi debit tumpukan tanah.

“Untuk wilayah di sana, kita kesulitan membersihkan secara keaseluruhan, lantaran alat berat tidak memiliki akses menjangkau lokasi. Nanti kita akan berkoordinasi dengan pihak PU PR agar bagaimana caranya bisa membersihkan kawasan tersebut, supaya bisa kembali seperti fungsinya sebagai aliran anak Sungai Musi,” tuntasnya. (rgn)











Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Berhasil Raih 16 Penghargaan Selama jadi Pj Walikota, Ratu Dewa Apresiasi Seluruh ASN

Palembang, KoranSN Semangat dan ketulusan Penjabat (Pj) Walikota Palembang, Ratu Dewa dalam masa jabatannya selaku …

error: Content is protected !!