Anak Anggota Dewan Muratara Diduga Dikeroyok Oknum Polisi

Faruk (tengah baju kaos) didampingi ayahnya, Idil Wahyudi Noer (pakai safari) saat usai melapor ke SPKT Mura dan Propam Polres Mura. (Foto-Rifat/Koransn)

Lubuklinggau, KoranSN

Faruk (16) yang merupakan anak dari anggota DPRD Musirawas Utara (Muratara), Idil Wahyudi Noer menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh oknum Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Musi Rawas.

Tidak terima dengan nasib yang dialami buah hatinya itu, Idil sapaan Anggota Komisi I ini telah melaporkan peristiwa itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Jumat (5/1/2018) .

“Pertama sekali kita melapor ke Propam, lalu ke SPKT atas dugaan kasus pengeroyokan terhadap anak saya,” ujar Idil Wahyudi Noer.

Dirinya mendesak agar kepolisian segera menindaklanjuti laporannya tersebut. Sebab apa yang diduga telah dialami oleh anaknya pada Rabu (3/1/2018) lalu oleh beberapa orang oknum anggota Satuan Lalulintas, adalah arogansi yang seharusnya tidak perlu terjadi, apalagi sebelumnya hanya pelanggaran lalulintas yang itupun bukan dilakukan oleh anaknya.

Diceritakannya, kronologis kejadian bermula saat anaknya pada hari itu jalan-jalan bersama keluarga temannya ke Danau Aur, sepulangnya dari sana ada razia oleh Sat Lantas di Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo.

Baca Juga :   Bisnis Narkoba, Pasutri di Lubuklinggau Ditangkap Polisi

Memang pada saat itu sopir yang membawa mobil tidak membawa surat-surat kendaraan. Karena prosesnya cukup lama dan takut orang tua khawatir, akhirnya anaknya Faruk memberi kabar kepadanya untuk minta dijemput.

“Hari itu Faruk menghubungi saya lewat video call bahwa mobil yang ditumpanginya ditangkap polisi di daerah Merasi dan minta dijemput. Karena saya tidak tahu pasti posisinya, akhirnya saya meminta Faruk untuk memberikan HP kepada polisi untuk menanyakan posisinya. Tapi sebelum HP itu diberikannya, polisi sudah merampasnya terlebih dahulu,” ujar Idil Wahyudin Noor.

Ternyata, lanjut Idil, oknum polisi tersebut tidak senang kalau anaknya Faruk memberitahukan apa yang terjadi kepadanya, bahkan oknum polisi itu diduga mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas untuk diucapkan.

Tidak hanya berhenti sampai disitu, leher anaknya Faruk kemudian diduga dicekik. Melihat hal ini, ada oknum polisi lainnya di lokasi bukannya melerai namun diduga ikut membantu memukuli anaknya.

“Orang tua mana yang terima kalau anaknya dipukuli seperti seorang pencuri, memang apa sih yang sudah dilakukan anak saya sampai diperlakukan tidak senonoh. Faruk diborgol lalu dilemparkan ke dalam mobil, bahkan saat di dalam mobil itupun, anak saya diduga kembali dipukuli,” terang Idil.

Baca Juga :   Puluhan Ibu di Palembang Jadi Korban Penipuan Arisan Online

Ditambahkannya, tak lama kemudian dirinya kembali mendapatkan kabar bahwa anaknya sudah berada di Polres Musi Rawas. Terkejut dengan apa yang didengarnya itu, Idil bersama istri dan anaknya langsung menuju Polres.

Menurutnya, sesampainya di sana, anaknya Faruk menceritakan apa yang telah dialami kepadanya. Melihat anaknya terluka karena diduga dikeroyok itu, Idil lantas menghadap Kapolres untuk melakukan koordinasi.

“Intinya tujuan saya menghadap Kapolres agar masalah ini diselesaikan, dan bawahannya yang diduga sudah memukuli anak saya diproses, serta sebuah permintaan maaf. Memang Kapolres berkata kalau dirinya memastikan akan memproses segera oknum anggota tersebut. Namun pada saat itu Kasat Lantas juga melontarkan kata yang tak enak ke istri saya, saat Faruk ditanyai Kapolres. Sebagai orang tua dan suami, sepertinya saya sudah sangat hina sekali. Karena itulah saya akhirnya memutuskan untuk membawa permasalah ini ke jalur hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Lantas, AKP Budi Hartono ketika diminta konfirmasi wartawan, membantah oknum anggotanya telah melakukan dugaan penganiayaan tersebut.

“Bukan penganiayaan, hanya salah paham,” katanya. (rif)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Sidang Dugaan Korupsi KONI Sumsel, Herman Deru Ngaku Lupa Soal Dana Hibah Rp 25 Miliar

Palembang, KoranSN Mantan Gubernur Sumsel Periode 2018-2023 Herman Deru, Senin (22/7/2024) mengaku lupa dan tidak …

error: Content is protected !!