Andreas Hanya Divonis 10 Tahun Kurungan Penjara









Terdakwa Andreas saat menjani persidangan di PN Palembang. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Andreas alias Unyil, terdakwa kasus pemerkosaan serta pembunuhan terhadap bocah SD di Kertapati beberapa waktu lalu, Rabu (13/12/2017) divonis penjara selama 10 tahun.

Pria yang tinggal di Jalan Ki Merogan Lorong Aman RT 23 RW 09 Kecamatan Kertapati terlihat bisa bernapas lega lantaran majelis hakim yang diketuai Sobur Prasetyo SH hanya menjatuhkan pidana 10 tahun penjara bukan hukuman mati seperti rekannya Ican belut yang sebelumnya terlebih dulu menjalani persidangan.

“Perbuatan terdakwa tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana sesuai dengan Pasal 340 atau primer. Namun perbuatan terdakwa, terbukti secara primer dan melanggar Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76 D UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 56 ke 1,2 KUHP. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 10 tahun dengan denda 1 miliar subsider 3 bulan penjara,” terang majelis hakim saat persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Palembang.

Usai mendengarkan putusan dari majelis hakim, terdakwa langsung berkonsultasi dengan kuasa hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Sejahtera Palembang, yakni; A Rizal SH dan Eka Sulastri SH.

Setelah itu, terdakwa langsung menerima putusan dari majelis hakim. “Saya terima yang mulia,” ungkap terdakwa.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Purnama Sofyan SH MH menuntut terdakwa Andreas dengan pidana penjara 20 tahun sesuai Pasal 340 Jo Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP sesuai perumusan dalam Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76 D UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 56 ke 1,2 KUHP.

“Atas putusan ini kami akan melapor kepada pimpinan terlebih dahulu dan masih pikir-pikir,” jelas JPU Purnama.

Baca Juga :   Kepala BPN Jakarta Timur Penuhi Undangan KPK Terkait Klarifikasi LHKPN

Usai mendengarkan putusan dari majelis hakim, Sri Hartati keluarga korban yang langsung tidak terima karena menilai terdakwa Andreas mengetahui saat korban diperkosa serta disodomi dan dibunuh bahkan menyiapkan karung.

“Kami tidak terima kalau dihukum 10 tahun, kami juga akan membunuh,” tegas salah satu pihak keluarga korban yang tak terima putusan pengadilan.

Sekedar mengingatkan, perbuatan terdakwa bermula dari terdakwa Irsan memanggil korban Putri untuk masuk kedalam rumah kemudian dibawah kedalam kamar lalu diperkosa dan disodomi.

Lalu, saat korban sekarat terdakwa Irsan memasukan tanganya kedalam anus korban kemudian menghabisi nyawa korban dengan cara dicekik lalu kembali diperkosa. Kemudian, dimasukan kedalam karung dan disimpan dibawah ranjang untuk dibuang ke sungai musi namun terlebih dahulu. (den)











Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan IRT Setelah Enam Tahun Ditutupi Pelaku

Makassar, KoranSN Jajaran Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan mengungkap kasus pembunuhan seorang ibu rumah tangga berinisial …

error: Content is protected !!