Anggota DPD Dorong Desa di Bali Contoh Penanganan Sampah Desa Punggul









Kepala Desa Punggul Kadek Sukarma menambahkan, sampah organik diolah menjadi kompos (pupuk). Pupuk yang dihasilkan digunakan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan pekarangan rumah warga.

Ia mengungkap, penanganan sampah secara intensif itu dilakukan sejak ia memimpin desa pada September 2014. Dengan konsep “Sampah Desa, Tuntas di Desa”, Sukarma fokus menangani masalah sampah.

Langkah pertama yang dilakukan ia membangun TPST. Kemudian bekerja sama dengan Yayasan Punggul Hijau dibangun TPS 3R, sampah yang ada hari itu diproses tuntas hari itu juga. TPS 3R yang cukup luas dan sejuk itu, dilengkapi CCTV dan Wifi serta ada warung makan.

“Respons masyarakat juga bagus, mereka sadar akan masalah sampah sehingga sampah yang dihasilkan langsung dipilah di masing-masing rumah.

Petugas desa kemudian mengambilnya seminggu dua kali yakni Selasa untuk sampah plastik dan Jumat yang non-plastik untuk diproses. “Kami tidak mengenal istilah membeli sampah atau menukar sampah dengan barang (beras/uang),” katanya.

Sedangkan sampah di tempat umum seperti sungai dan ladang juga ditangani seperti dengan memasang jaring di sungai. Sukarma bersama jajarannya juga memanfaatkan teknologi digital sehingga hasilnya menjadi lebih terukur dan maksimal. (Antara/andi)

Baca Juga :   Pemkab Bangka Tengah Salurkan Bantuan Korban Angin Kencang











Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Pelindo Edukasi Nelayan di Benoa Bali Untuk Wisata Taksi Air

Denpasar, KoranSN PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Sub Regional III Bali Nusa Tenggara mengedukasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!