Anggota DPD: Pemerintah Desa di Bali Dukung Usaha Pengelolaan Sampah









Oleh karena keterbatasan tempat penyimpanan, sampah anorganik yang dibawa masyarakat awalnya sempat dikumpulkan di balai banjar. Kemudian kesulitan untuk mencari gudang penyimpanan, begitu pula soal pengangkutan sampah dengan menggunakan sepeda motor.

Seiring waktu, dengan dirasa pentingnya keberadaan bank sampah, sejumlah bantuan dari pemerintah desa dinas maupun desa adat turun untuk memudahkan operasional bank sampah.

“Mulai 2021, kami juga dibantu biaya penyewaan gudang penyimpanan sampah oleh desa adat sebesar Rp1 juta dalam setahun. Ada juga bantuan timbangan hingga alat angkut sampah berupa viar dari pihak desa,” ujarnya.

Baca Juga :   Banjir Menyebabkan Dua Orang Meninggal di Jember

Pihaknya mencatat dalam setahun terakhir ini hasil serapan bank sampah, di antaranya untuk sampah jenis tas kresek sebanyak 4,6 ton, besi (1 ton), sandal bekas (508 kilogram), kaca beling (3,5 ton), aluminium (117 kilogram), dan sebagainya. HALAMAN SELANJUTNYA>>











Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Pelindo Edukasi Nelayan di Benoa Bali Untuk Wisata Taksi Air

Denpasar, KoranSN PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Sub Regional III Bali Nusa Tenggara mengedukasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!