Antisipasi Ancaman Teroris, Polda Sumsel Kordinasi Dengan BIN





Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Pangdam II/SWJ, Mayjen TNI AM Putranto dan Sekda Sumsel, Nasrun Umar saat mengecek pasukan dalam apel Operasi Lilin Musi di halaman Mapolda Sumsel. (Foto-foto/Humas Polda Sumsel)

Palembang, KoranSN

Untuk mengantisipasi ancaman teroris di Sumsel saat Natal dan tahun baru, Polda Sumsel kini telah berkordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN).

Hal tersebut dikatakan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara usai gelar pasukan Operasi Lilin Musi 2017 dan pemusnahan barang bukti 707 pucuk senjata api rakitan, 3,5 Kg sabu, 2.405 butir ekstasi serta 3.020 botol Miras oplosan di halaman Mapolda Sumsel, Jumat (22/12/2017).

“Ancaman teroris juga menjadi prioritas kita dalam pengamanan Natal dan tahun baru di wilayah Sumsel. Bahkan kita telah berkordinasi dengan BIN serta intelijen Korem dan Kodam. Bukan hanya itu, anggota intelijen kita di Polres jajaran juga telah kita sebar untuk mengantisipasi aksi teroris ini,” ungkap Kapolda.

Baca Juga :   Ratusan Botol Miras Diamankan di Lahat

Menurutnya, dalam pengaman Natal dan tahun baru dengan sandi Operasi Lilin Musi 2017 ini, Polda Sumsel mengerahkan personil kepolisian
sebanyak 2.793.

“Selain itu kita juga dibantu personil TNI sebanyak 1000 anggota. Belum lagi personil dari instansi terkait seperti Dinas Perhubungan,” ujarnya.

Masih dikatakan Kapolda, dalam operasi ini Polda Sumsel juga melakukan antisipasi kenaikan harga Sembako serta menjaga arus mudik yang diprediksi akan terjadi peningkatan, lantaran akhir tahun merupakan libur panjang yang dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur.

“Selain melakukan gelar pasukan Operasi Lilin Musi, kita juga melakukan kegiatan pemusnahan senjata api rakitan, narkoba jenis sabu dan ekstasi serta Miras. Semua barang bukti ini diamankan dalam giat razia yang telah dilakukan sebelum Operasi Lilin digelar,” jelasnya.

Kapolda Sumsel saat memusnahkan senjata api rakitan.

Lanjut Kapolda, untuk ratusan senjata api rakitan yang dimusnahkan kebanyakan serahan dari masyarakat. Sebab, untuk ungkap kasus senjata api rakitan hanya berjumlah 8 kasus yang diantaranya, penangkapan tersangka pembuat dan penjual senjata api ilegal yang ditangkap di Sungai Ceper OKI.

Baca Juga :   Bupati Sidoarjo Nonaktif Saiful Ilah Dituntut 4 Tahun Penjara

“Sedangkan untuk senjata api rakitan yang diserahkan masyarakat ini banyak berasal dari warga Muara Enim. Selain itu untuk menekan aksi kejahatan yang menggunakan senjata api di Sumsel, kami terus berikhtiar meskipun sampai saat ini masih ada pelaku-pelaku yang masih melancarkan aksinya di Sumsel,” tandasnya.

Sementara Pangdam II/SWJ, Mayjen TNI AM Putranto mengatakan, pihaknya akan memback-up penuh kepolisian di Sumsel dalam melakukan pengamanan Natal dan tahun baru.

“Untuk kekuatan personil TNI dalam pengamanan ini kita kerahkan sesuai permintaan dari Polda Sumsel, apabila masih kurang maka akan kita siapkan. Saya harap Natal dan tahun baru ini berjalan damai dan tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan kita bersama,” tandas Pangdam.

Diketahui dalam pemusnahan barang bukti tersebut, ratusan senjata api rakitan dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin pemotong. Sementara barang bukti sabu dan ekstasi dimusnahkan dengan cara dicampur diterjen lalu diblender. Kemudian untuk barang bukti Miras oplosan dimusnahkan dengan cara memecahkan botol kemasan ke dalam tong. (ded)

Suasana pemusnahan barang bukti sabu dan ekstasi di halaman Mapolda Sumsel.






Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Mark-up Harga Barang Proyek Modus Dugaan Korupsi Jargas Kota Palembang

Palembang, KoranSN Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Sunarto, Senin (20/5/2024) mengungkap modus dugaan korupsi …

error: Content is protected !!