Antisipasi Pungli, BKP-SDM Muratara Terapkan Pelayanan Satu Pintu



Sudartoni, Kepala BKP-SDM Muratara. (Foto-Sunardi/Koransn)

Muratara, KoranSN

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Muratara, mempersiapkan pelayanan satu pintu, guna memaksimalkan fungsi pelayanan dengan sistem transparasi. Tindakan tersebut dilakukan untuk mengantisifasi bentuk Pungli sekaligus mempermudah pelayanan administrasi kepegawaian. Sebab, sistem birokrasi di tubuh Pemerintahan, sering kali dianggap berbelit dan menghambat proses pelayanan yang diberikan kepada publik.

Demikian diungkapkan oleh Kepala BKP SDM Muratara, Sudartoni, Kamis (12/10/2017).

Ia mengakui, saat ini pelayanan di BKP-SDM masih menggunakan sistem manual dan pegawai yang mengurus berkas mesti bolak-balik.

“Nanti kami akan buat sistem satu pintu, dengan dua loket resmi. Satu loket untuk masuknya berkas dan satu loket lagi khusus untuk pengambilan berkas, jadi bisa mempermudah sistem pelayanan,” katanya.

Selain menerapkan loket satu pintu, BKP-SDM akan menyiapkan ruang khusus untuk tamu. Sehingga pegawai maupun tamu yang hendak menemui pejabat maupun kepala bidang di BKP-SDM, tidak diperkenankan bertemu di dalam ruangan kerja, mereka juga akan menambahkan closed circuit television (CCTV).

“Itu untuk antisipasi praktik pungli, jadi kita harus transfaran. Untuk pegawai yang mengurus berkas tidak ada dipungut bayaran, semuanya gratis. Bagi tamu yang hendak bertemu nanti tidak boleh bertemu di ruang kerja, tapi kita sediakan ruangan khusus tamu,” ujarnya.

Sudartoni berjanji akan meningkatkan sistem pelayanan tersebut, karena pelayanan dengan sistem manual dianggap cukup berbelit dan memakan waktu yang cukup lama. “Jadi nanti berkas yang masuk itu tertata, dan proses waktunya bisa lebih cepat. Mana berkas yang masuk dan mana berkas yang keluar, terpantau dengan baik,”tutupnya

Sementara, salah satu pegawai di Pemda Muratara, A. Suntato menuturkan, kebanyakan pegawai di jajaran Pemda Muratara, masih bingung dengan sistem birokrasi untuk mengurus berkas kepegawaian. Pasalnya, di BKP-SDM tidak memiliki ruang khusus untuk tamu dan kepala bidang yang hendak ditemui sering tidak berada di kantor.

Baca Juga :   Ingat! Siswa PAUD/TK Jangan Diberikan Pelajaran Berat

“Saya pernah mau mengurus berkas pensiun, tapi saat datang ke kantor BKP-SDM bingung, karena tidak ada tempat khusus mengurus berkas. Tanya pegawai yang lain di sana mereka cuek, dan saya di suruh tanya bilang ke sana-sini,” katanya.

Dia meminta kepada kepala BKP-SDM untuk membina kembali pegawai maupun TKS yang berada di kantor pemerintahan tersebut. Sehingga lebih mencerminkan sikap pelayanan yang ramah. “Saya ini bekerja di tempat pelayanan masyarakat. Jadi saya tahu persis bagaimana cara menghadapi tamu. Tamu itu disapa dulu, apa keperluanya, dan bantu mereka jangan sampai kebingungan,” pungkasnya. (snd)



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Bupati Panca Janjikan Umroh Untuk Dewan Hakim dan Juara MTQ

Indralaya,KoranSN Untuk memberikan penghargaan dan motivasi terhadap Dewan hakim dan pemenang peserta MTQ XXX tingkat …

error: Content is protected !!