AO Linggau Akan Gelar Diskusi Kebangsaan, Hadirkan Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung



Bambag Eka laya (pegang mix) saat menjelaskan kepada awak media rencana Gelaran Diskusi Kebangsaan , (Foto-Rifat/KoranSN)

Lubuklinggau, KoranSN

Aku Orang (AO) Linggau pada Minggu (2/9/2018) mendatang akan melaksanakan gelaran diskusi dengan mengusung konteks Indonesia Bangkit. Diskusi kebangsaan ini dijadwalkan di aula Hotel Hakmaz Taba Lubuklinggau pukul 09.00-12.00 WIB dengan pembicara Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung.

Hadir pula pembicara lainnya yakni; Indra Ade Chaniago yang merupakan Dosen Stisipol Candradimuka dan Imanudin selaku Ketua STAIS Bumi Silampari.

“Diskusi ini dalam konteks menyongsong Indonesia Bangkit yang dinamika permasalahan ke Indonesi-an sekarang. Itu yang mendasari kami mengundang kedua tokoh itu,” kata Ketua AO Linggau, Bambang Eka Raya kepada awak media, Jumat sore (31/8/2018).

Menurutnya, diharapkan lewat diskusi tersebut dapat melahirkan sesuatu yang bisa menjadi solusi. Khususnya, terhadap permasalahan-permasalahan yang ada saat ini.

Baca Juga :   Bupati Mura Kukuhkan Bunda PAUD Kecamatan TPK Tahun 2021

“Kami anggap menjadi suatu solusi walaupun sedikit terhadap permasalahan-permasalahan yang ada sekarang,” bebernya.

Dalam diskusi tersebut pihaknya mengundang OKP, masyarakat umum dan mahasiswa. Rencananya dikusi ini akan dihadiri sekitar 100 undangan.

“Mengenai penolakan-penolakan yang ada, kami tidak bisa menghalangi penolakan-penolakan tersebut,” ungkapnya.

Pihaknya juga berharap terhadap yang menolak untuk tidak melakukan penghalangan.

“Kami berharap terhadap yang menolak kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan untuk tidak melakukan penghalangan terhadap kegiatan kami. Ini alam demokrasi,” terangnya.

Selain itu, mengenai pembahasan dalam diskusi pada Minggu nanti berbeda.

“Tagar 2019 itu berbeda dengan kegiatan yang dilakukan kami nanti. Dalam diskusi, perkembangan diskusi itu lain. Kami persilahkan dalam diskusi,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam diskusi tersebut tidak menutup kemungkinan akan menyerempet pada hal-hal yang berbau Pilpres.

Baca Juga :   Harga Cabai di Kayuagung Meroket, Rp 70 Ribu per Kg

“Kalau tagar 2019 Insya Allah atribut itu tidak akan kami pakai,” katanya.

Terpisah, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar menjelaskan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusi. Namun perlu diketahui bahwa hak tersebut tidak bersifat absolute. Ada pembatasan-pembatasan yang harus dipatuhi diantaranya pihak penyelenggara suatu kegiatan harus tetap menjaga nilai-nilai persatuan kesatuan. Selain itu, menjaga etika dan moral. Lalu mengutamakan kepentingan berbangsa dan bernegara serta kebhinekaan.

“Ketika pembatasan-pembatasan ini dilanggar, kami sebagai aparat keamanan dengan pertimbangan untuk kepentingan umum, mencegah timbulnya konflik dan disintegrasi akan menggunakan kewenangan diskresi untuk membubarkan giat tersebut,” ujarnya. (rif)

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Bed RS Lapangan Masih Kosong

PALI, koranSN Sebanyak 30 bed yang berada di Rumah Sakit (RS) Lapangan, RSUD Talang Ubi, …