APBD Kota Pagaralam Menurun Rp 500 Miliar







Ilustrasi (Foto-Net)

Pagaralam, KoranSN

Kondisi Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam saat ini kian mengalami kesulitan keuangan sehingga banyak program pembangunan terganggu.

Selain terjadi penurunan angka APBD 2019 sekitar Rp500 miliar dari tahun 2018, kemudian ditambah hutang di tahun anggaran 2017 dan 2018.

Hal ini diungkapkan Pj Wali Kota Pagaralam, Musni Wijaya, Selasa (4/9/2018).

Menurut dia, meskipun anggaran berkurang tapi tidak perlu menjadi persoalan tapi harus dicarikan jalan keluarnya dengan mencarikan alternatif lain seperti mencari dana melalui APBN.

“Memang kalau mengandalkan ABPD tentunya tidak bisa berjalan secara optimal, mengingat program cukup banyak semendara uang hanya sedikit. Kemudian dana bagi hasil dari Pemprov Sumsel juga ditunda sehingga jumlah anggaran yang diterima Pemkot Pagaralam juga berkurang,” ungkap dia.

Dia mengungkapkan, Pemerintah Kota Pagaralam, bersiap menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun anggaran 2018.

Baca Juga :   Dinkes Belum Monitoring Peredaran Kosmetik Bermerkuri

Adanya pelaksanaan Pilkada serentak di Indonesia membuat sejumlah anggaran terpaksa dialihkan untuk pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Menurut dia, besarnya dana Pilkada di Pagaralam yaitu sekitar Rp37 Milyar membuat Pemkot harus meminta OPD melakukan efisiensi anggaran di 2018 ini.

Berdasarkan data yang dihimpun menyebutkan, total APBD Pagaralam 2018 sebesar Rp 817.250.572.112,86. Sumber pendapatan terbesar yaitu dana perimbangan yang terdiri dari Dana bagi hasil pajak dan bukan pajak Rp188.475.725.955, Dana alokasi umum (DAU) Rp391.943.478.000 dan Dana alokasi khusus (DAK) Rp.131.339.244.000.

“Dari anggaran yang ada terserap untuk kepentingan Pilkada sekitar Rp.35.927.446.000 yang terdiri dari KPU Rp23.427.446.000, Panwaslu Rp1.000.000.000, Polisi Rp11.000.000.000 dan kodim Rp1.500.000.000,” ujar Plt Badan Keungan Daerah (BKD) Kota Pagaralam, Iwan Mike Wijaya.

Baca Juga :   Kades di OKI Harus Jadi Teladan Warga

Akibat besarnya dana Pilkada tersebut, hampir seluruh OPD di Pemkot Pagaralam mengalami penurunan dibandingkan 2017, baik dari segi belanja rutin maupun belanja yang merupakan tupoksi tetap dianggarkan.

Dia mengatakan, OPD diminta untuk melakukan efisiensi anggaran agar tidak terlalu banyak hutang.

“Sedangkan untuk proyek apa yang terpaksa ditunda atau ditiadakan di tahun 2018, Pemkot menunda beberapa proyek pembangunan yang belum urgent. Hal ini agar anggaran pembangunan di tahun 2018 sangat mengedepankan azaz manfaat untuk kebutuhan masyarakat Kota Pagaralam,” jelasnya.

Menurut Iwan, untuk dana DAK Rp131.339.244.000 digunakan untuk, pembangunan infratrukur, kepentingan pendidikan, kesehatan, pertanian, pasar dan fasilitas umum lainnya.

“Dana DAK kita gunakan untuk kepentingan masyakat. Dana ini juga tidak bisa dialihkan ke kegiatan lain. Jadi sudah ada posnya masing-masing,” ungkap dia. (asn)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Peluncuran Pemilihan Bupati dan Wabup Dihadiri Ribuan Masyarakat Empat Lawang

Empat Lawang, KoranSN Komisi Pemilihan Umum (KPU) Empat Lawang menggelar Peluncuran Pemilihan Bupati dan Wakil …

error: Content is protected !!