Asworo Terancam Hukuman Mati (Kasus Tewasnya Caterina Wiedyawati)







Asworo tersangka pembunuh Caterina Wiedyawati  tampak meringis kesakitan saat  diangkut keatas mobil di Mapolda Sumsel, Rabu (14/6/2017). (Foto-Ferdinand Deffryansyah/Koransn)

Palembang, KoranSN

Martinus Asworo alias Asworo (32), tersangka pembunuh Caterina Wiedyawati (30) terancam hukuman pidana mati. Hal tersebut dikarenakan pembunuhan korban dilakukan tersangka diduga berencana sehingga pihak kepolisian menjerat tersangka dengan Pasal 340 KUHP yang ancaman hukuman pidana maksimalnya yakni hukuman mati.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Rabu (14/6/2017) mengatakan, tersangka Asworo membunuh korban Caterina dengan kejam, nyawa korban dihabisi tersangka menggunakan kunci stir mobil yang dipukulkan ke wajah dan kepala korban. Setelah itu korban dibuang tersangka di semak-semak di Jalan Sei Sedapat I Soak Simpur Lorong Setia Bakti 1 Sukarami Palembang.

“Tersangka merupakan pelaku tunggal pembunuhan Caterina. Tersangka yang tak lain tunangan korban ini nekat membunuh korban dengan kejam dan berencana karena uang. Untuk itu kita menjeratnya dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman pidana yang maksimal. Bahkan tersangka terpaksa dilumpuhkan lantaran saat ditangkap di Lampung tersangka melakukan perlawanan,” tegas Kapolda.

Dikatakan Kapolda, terungkapnya kasus pembunuhan ini bermula dari penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Rimau Polda Sumsel. Awalnya polisi mencurigai bercak darah yang berada di mobil yang disewa oleh tersangka untuk menjemput korban.

“Kemudian dilakukan pemeriksaan labfor terhadap bercak darah tersebut, hasilnya terdapat kecocokan antara bercak darah di dalam mobil dengan darah korban. Dikarenakan adanya kecocokan kemudian penyidik memeriksa pemilik mobil berinisial ‘E’ yang taklain kenalan dari tersangka Asworo. Dari keterangan pemilik mobil inilah diketahui jika tersangka menyewa mobil untuk menjemput korban di Prabumulih, maka dari itu dapat kita simpulkan jika pembunuhan ini direncanakan tersangka mulai dari menyiapkan mobil sampai pembunuhan hingga pembuangan jenazah korban. Bahkan dari keterangan ‘E’ juga diketahui jika saat itu tersangka sedang berada di Lampung,” paparnya.

Baca Juga :   Tiga Direktur Perusahaan Swasta Diperiksa di Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Sumsel 2021

Bukan hanya itu, lanjut Kapolda, untuk memperkuat bukti jika korban dibunuh oleh tersangka, kemudian penyidik berkoordinasi dengan pihak bank untuk mengetahui transaksi penarikan ATM milik korban yang dibawa kabur oleh tersangka. Dari koordinasi tersebut akhirnya diketahui jika tersangka pernah menarik uang di mesih ATM yang berada di Lampung.

“Bahkan hasil dari CCTV yang berada di mesin ATM tersebut, jelas terlihat jika Asworo yang menarik uang menggunakan ATM milik korban Caterina. Untuk itulah anggota mencari keberadaan tersangka di Lampung dan akhirnya tersangka berhasil kita tangkap,” papar Kapolda.

Sementara Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Erlin Sanjaya menambahkan, selain dijerat Pasal 340 KUHP tersangka Asworo juga dijerat Pasal 338 KUHP Jo Pasal 365 KUHP.

“Untuk pidananya seumur hidup atau maksimal pidana mati atau paling rendah hukuman pidana 20 tahun penjara. Dalam kasus ini tersangka juga dijerat dengan Pasal 365 KUHP, karena usai membunuh korban Caterina, tersangka mengambil ATM milik korban yang berisi uang sekitar Rp 7 juta,” paparnya.

Diungkapkan Erlin, hasil dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka terungkap jika tersangka Asworo membunuh korban karena malu dengan korban dan juga orang tua korban. Sebab, sejak berkenalan dengan korban tersangka mengaku jika hidupnya sudah mapan . Namun ternyata itu hanya modus tersangka untuk membohongi korban agar mau berpacaran dengan tersangka.

“Tersangka ini mengatakan dengan korban jika dia telah mapan dan memiliki percetakan serta mobil, tapi ternyata tersangka hanyalah bekerja sebagai operator mesin fotocopy di koperasi salah satu sekolahan yang berada di Jalan Rajawali Palembang. Sejak Maret 2016 silam mereka berpacaran, selama itu korban dibohongi tersangka. Bahkan tersangka juga mengatakan sudah mapan kepada orang tua korban, sehingga akhirnya korban dan tersangka berencana menikah pada September 2017 ini,” ungkapnya.

Baca Juga :   Korban Arisan Online Datangi Polresta

Masih dikatakan Erlin, sebelum terjadinya pembunuhan tersebut, tersangka mengatakan kepada korban jika tersangka hanya bekerja sebagai operator mesin fotocopy serta mobil yang selalu digunakan tersangka merupakan mobil sewaan. Akhirnya, antara tersangka dan korban cekcok mulut hingga berujung tersangka membunuh korban.

“Tapi sebelum membunuh korban, awalnya tersangka menjemput korban dari kosan korban di Prabumulih, karena korban kan bekerja di sana. Alasan tersangka menjeput, untuk mengajak korban Caterina ke tempat orang tua korban di Yogyakarta guna mengurus sovenir rencana pernikahan mereka. Namun saat tiba di Palembang, tersangka membawa korban menginap disalah satu hotel yang ada di Jalan Kapten Anwar Sastro dan keesokan harinya barulah tersangka mengajak korban untuk ke bandara. Saat di tengah perjalanan, tersangka membawa korban ke Jalan Panji Noerdin Kebun Sayur dan di lokasi inilah korban dianiaya oleh tersangka di dalam mobil hingga korban tewas,” tandasnya.

Diketahui, jenazah korban ditemukan Kamis 11 Mei 2017 lalu di semak-semak yang berada di Jalan Sei Sedapat I Soak Simpur Lorong Setia Bakti 1 RT 41 RW 08 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang, ketika ditemukan jenazah perempuan yang belum diketahui identitasnya atau Mrs X ini telah mengeluarkan orama yang tak sedap. Dari hasil olah TKP yang dilakukan ditemukan sebuah tas yang berisi pakaian tergeletak didekat jenazah korban.

Usai kejadian polisi melakukan penyelidikan hingga identitas korban diketahui yakni, bernama Caterina warga Yogyakarta yang bekerja di Prabumulih. Kemudian polisi melakukan pendalaman penyelidikan yang hasilnya ditemukan barang bukti jika pembunuh korban saat itu diduga dilakukan Martinus Asworo alias Asworo yang tak lain pacar dan tunangan korban.

Dikarenakan Asworo menghilang usai kejadian maka polisi mencari keberadaan tersangka dan akhirnya, Senin 12 Juni 2017 Asworo berhasil ditangkap Tim Rimau di salah satu penginapan yang berada di Lampung. (ded)

Kapolda Sumsel saat menunjukkan barang bukti yang digunakan tersangka Asworo untuk membunuh korban.






Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Baru Dilantik, Pj Walikota Ucok Abdul Rauf Langsung Cek Pasar Tertua di Palembang

Palembang, KoranSN Ucok Abdul Rauf Penjabat (Pj) Walikota Palembang mengantikan Ratu Dewa yang kembali menempati …

error: Content is protected !!