Augustinus Sempat Divonis Bebas dan Buron Hingga Perkara Dugaan Korupsi Kredit BSB Dikembangkan





Terdakwa Agustinus Judianto saat mengikuti persidangan di PN Tipikor Palembang beberapa waktu lalu. (Foto-Dokumen Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kejati Sumsel Sumsel, Kamis (21/1/2021) menyatakan mengembangkan penyidikan perkara dugaan kasus korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) Bank Sumsel Babel (BSB) tahun 2014 dengan terpidana Augustinus Judianto selaku Komisaris PT Gatramas Internusa, yang sempat divonis bebas.

Perkara tersebut bermula disaat Augustinus Judianto selaku Komisaris PT Gatramas Internusa bersama Direktur PT Gatramas Internusa Hery Gunawan (telah meninggal dunia) mendapatkan Kredit Modal Kerja (KMK) dari Bank Sumsel Babel dengan agunan mesin bor untuk tambang minyak jenis Top Drive Brand Tesco USA Type 500 HC750 Hidraulic Top Drive Sistem serta dua bidang tanah. Dalam perjalanannya, ternyata nilai agunan tersebut diduga dimark-up sehingga negara mengalami kerugian senilai Rp Rp 13,4 miliar.

Baca Juga :   Perampok Bersenpi Bawa Kabur 9 Kg Emas, 1 Tewas Diamuk Warga

Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Senin lalu (3/1/2020) Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejati Sumsel kala itu menuntut Augustinus Judianto dengan pidana 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan. Selain itu, Augustinus Judianto dihukum membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13,4 miliar, jika uang itu tidak dibayar maka harta bendanya disita untuk dilelang dan apabila harta bendanya tidak mencukupi jumlah kerugian negara diganti dengan hukuman 6 tahun penjara. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Pencarian Harta Karun Marak di Sungai Musi

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

DPRD Sumsel Harusnya Menolak Pembahasan Dana Hibah Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Palembang, KoranSN Pihak DPRD Sumsel harusnya menolak pembahasan dan persetujuan dana hibah tahun 2015 dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.