Awal Sekolah, Ada Tangis Hingga Pingsan



5
Beberapa siswa/i baru di SMAN 7 Palembang pingsan saat mengikuti Apel Pengenalan Lingkungan Sekolah hari pertama, Senin (18/7). Foto-Ferdinand Deffryansyah

7
Palembang, SN.
Di hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2016/2017 di Palembang diwarnai beragam

peristiwa. Mulai dari siswa baru yang membawa kacang, jeruk, snack ringan sampai tangis dan

pingsan saat mengikuti upacara apel pagi. Seperti yang terjadi di SMA Negeri 7 Palembang, siswa

baru disuruh membawa makanan mulai dari buah jeruk, snack ringan seperti roti sampai kacang siap

makan.

Menurut salah satu siswa baru SMA Negeri 7 Palembang yang enggan disebutkan namanya,

pihak sekolah terutama pengurus OSIS di hari pertama masuk sekolah, Senin, menyuruh membawa

makanan dan minuman ringan serta buah jeruk.

Kemudian di hari kedua, Selasa, disuruh membawa telor 2 buah, minuman suplemen, kopi dan

teh dan hari ketiga, Rabu disuruh mengenakan pakaian berwarna orange serta membawa minuman

bersoda.  Bahkan di hari pertama memasuki tahun ajaran baru di SMA Negeri 7 Palembang beberapa

siswa mendadak pingsan saat mengikuti upacara bendera.

Menanggapi hal tersebut Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Palembang Dra Hj Nyimas Yasmin MPd

membenarkan siswa baru membawa makanan dan minuman yang dikonsumsi untuk siswa itu sendiri.

Namun, pihak sekolah tidak pernah mewajibkan siswa baru untuk membawa suatu produk dengan merk

tertentu. “Itu hanya anjuran saja bukan kewajiban dan kita libatkan OSIS dalam kegiatan masa

Baca Juga :   Herman Deru Siapkan Hadiah Mobil Bagi Pemenang Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2020

pengenalan lingkungan sekolah,” tuturnya.

Saat ditanyakan tentang adanya siswa SMAN 7 yang pingsan saat apel pembukaan pengenalan

sekolah, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan mengatakan bahwa siswa yang pingsan saat apel pagi

pembukaan pengenalan lingkungan sekolah itu diduga siswa tersebut belum sarapan sehingga pingsan

saat tengah upacara dilakukan. “Mungkin siswa pingsan tadi karena kurang sarapan di rumah

sehingga kondisi kesehatannya terganggu,” tuturnya.

Sementara itu isak tangis juga mewarnai hari pertama masuk sekolah. Seperti di PAUD

Permata Hati di Jalan Segaran Kelurahan Sungai Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang, sejumlah

anak terlihat menangis bahkan tidak mau ditingal orangtuanya.

Terpaksa para orang tua mandampingi anak agar mau ikut belajar untuk pertama kalinya.

Hal yang sama terjadi di SDN 207 Palembang, teriakan dan tangisan siswa terjadi saat mereka

hendak masuk kelas. Para orang tua yang mendampingi mereka harus membujuk agar anak mereka mau

masuk kelas sendiri dan ditingal didalam kelas sendiri.

“Susah sekali membujuk anak saya agar mau masuk kelas sendiri, terpaksa saya sama

bapaknya harus menunggu di luar kelas karena anak saya tidak mau ditinggal. Mungkin karena baru

pertama kali masuk SD ya jadi belum berani sendiri. Mudah-mudahan seiring waktu berjalan, anak

saya sudah dapat mandiri dan tidak minta ditungguin lagi,” harap Ratih, salah satu orang tua

murid.

Sementara itu Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel mengklaim sampai saat ini tidak ada

Baca Juga :   76 Lebih Santri di Lubuklinggau Positif Corona

perpeloncoan di Sekolah Sumsel. Pasalnya, pihak Disdik tidak mendapatkan laporan terkait hal

tersebut.

“Memang sejak dulu perpeloncoan itu dilarang,” tegas Kepala Disdik Sumsel, Widodo, Senin

(18/7).

Dirinya juga menegaskan, jika ada sekolah yang tetap melakukan perpeloncoan, dirinya

meminta melaporkan hal tersebut kepada Disdik Sumsel agar sekolah tersebut mendapatkan sanksi.

Hal ini sesuai dengan arahan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Berdasarkan

pantauan di beberapa sekolah pagi tadi (kemarin), kebanyakan orang tua juga ikut mengantarkan

anaknya kesekolah di hari pertama masuk sekolah ini.

“Saya rasa arahan dari Kemendikbud ini sangat baik,” terangnya.

Namun, dirinya melanjutkan, kepada orang tua jangan hanya mengantarkan kesekolahan saja

tetapi juga berhubungan langsung dengan guru sehingga terjalin komunikasi langsung, dengan

begitu anak-anaknya akan diperhatikan langsung oleh guru yang mengajar.

Disinggung soal adanya sekolah yang meminta muridnya untuk membawa peralatan serta

makanan, dirinya menambahkan, hal tersebut harus diketahui dulu maksudnya, jika memang tujuannya

untuk makanan siswa tersebut maka tidak dipermasalahkan.

“Ya, memang kan siswa itu perlu makanan selama sekolah jadi tidak masalah kalau mereka

disuruh membawa makanan,” tandasnya. (ima/wik/din)







Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Kejati Tegaskan Dakwaan Aran Haryadi & Asri Wisnu Sesuai Peran di Perkara Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel Rugikan Negara Rp 13 Miliar Lebih

Palembang, KoranSN Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Mohd Radyan SH MH, Kamis (30/6/2022) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.