Baku Tembak dengan TNI, 10 Anggota Polres Muara Enim & Lubuklinggau Diperiksa









polisiPalembang, SN
Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza Fadri, Selasa (17/11) mengatakan, tim investigasi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota kepolisian dari Polres Muara Enim dan Polres Lubuklinggau yang diduga terlibat dalam baku tembak dengan TNI Deninteldam III/Siliwangi di Jalan Lintas Sumatera Lubuklinggau Utara, belum lama ini.

Menurut Kapolda, pemeriksaan para anggota kepolisian tersebut dilakukan di Mapolda Sumsel. Adapun tujuannya untuk mengambil keterangan kepada anggota yang saat kejadian sedang  berada di lokasi.

“Kita ambil keterangan mereka untuk mengetahui apakah penembakan yang terjadi tersebut sesuai atau tidak dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Ini dilakukan untuk evaluasi ke dalam jika nantinya ditemukan ada pelanggaran SOP, tentunya akan kita lakukan tindakan,” katanya.

Saat disinggung apakah nanti akan ada penetapan tersangka dari kejadian ini?. Dikatakan Kapolda, jika tidak ada penetapan tersangka. Karena, perstiwa tersebut terjadi disebabkan kesalahpahaman, dari itulah tim investigasi melakukan evaulasi ke dalam.
“Pemeriksaan anggota dan evaulasi bertujuan untuk pembinaan dimana kesalahan yang terjadi akan diperbaiki agar kedepan tidak terulang lagi. Jadi, tidak ada penetapan tersangka,” tandasnya.

Ditempat terpisah Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Hendro Wahyudi mengungkapkan, pemeriksaan terhadap sejumlah anggota kepolisian dari Polres Muara Enim dan Polres Lubuklinggau dilakukan untuk mengumpulkan fakta-fakta saat penembakan tersebut terjadi.

“Ya benar sejumlah anggota kepolisian dari Polres Muara Enim dan Polres Lubuklinggau kita periksa di Polda Sumsel terkait kejadian penembakan di Lubuklinggau. Semuanya termasuk juga SOP kita periksa. Bahkan dalam pemeriksaan dan rekons di lokasi kejadian kita berkoordinasi dengan Pomdam II/SWJ, ini dilakukan untuk membuat terang kejadian tersebut. Kita hanya tim, nanti semuanyaakan kita laporkan langsung ke kapolda Sumsel,” tegasnya.

Baca Juga :   Wamenhan: Pembelian 42 Rafale Cetak Sejarah Baru di Indonesia

Sementara Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova menambahkan, dalam pemeriksaan tersebut ada sekitar 10 anggota kepolisian dari Polres Muara Enim dan Lubuklinggau yang diperiksa oleh tim investigasi.

“Pemeriksaan dilakukan oleh tim dari Polda Sumsel dan Mabes Polri dan dilakukan di Mapolda Sumsel,” tandasnya.

Diketahui, kejadian ini terjadi, Jumat malam (13/11) di depan Toko Alfamart Jalan Lintas Sumatera Desa Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara. Saat kejadian, delapan anggota TNI Deninteldam III/Siliwangi tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku pencurian mobil.

Namun diwaktu bersamaan, anggota Polres Muara Enim dibackup anggota Polres Lubulinggau sedang menindaklanjuti laporan warga dalam kasus penculikan. Diduga terjadi kesalahpahaman dan mis communication antara aparat kepolsian dan TNI hingga terjadi kontak senjata. Dikabarkan dalam insiden tersebut, dua anggota dari TNI dan dua anggota dari kepolisian terluka tembak.

Sebelumnya Kepala Penerangan Kodam II/SWJ Kolonel Arh Saeful Mukti Ginanjar, telah mengungkapkan, Kodam II/SWJ dan Polda Sumsel sepakat membentuk tim investigasi untuk menindaklanjuti pristiwa baku tembak antara anggota TNI Deninteldam III/Siliwangi dengan anggota kepolisian dari Polres Muara Enim yang terjadi di Lubuklinggau.

Menurut Saeful, tim investigasi yang dibentuk bertujuan sebagai bahan koreksi dan evaluasi internal masing-masing institusi.

“Kejadian ini terjadi karena kesalahpahaman akibat adanya mis informasi sehingga insiden penembakan oleh anggota Polres Muara Enim kepada anggota Deninteldam III/Siliwangi yang sedang melaksanakan tugas di Wilayah Sumsel terjadi. Dimana saat kejadian, anggota dari Deninteldam III/Siliwangi tengah mengejar pencuri mobil milik salahsatu anggota Deninteldam III/Siliwangi. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini, namun dua korban dari anggota Deninteldam III/Siliwangi terluka tembak, saat ini kedua korban sedang dalam penanganan medis di Rumah Sakit AK Gani Palembang,” ujarnya.

Baca Juga :   Pemkab & Kemenkominfo Teken MoU, OKI Segera jadi Smart City

Bahkan menanggapi kejadian ini Pangdam II/SWJ, Mayjen Purwadi Mukson sebelumnya telah menegaskan, jika kejadian di Lubuklinggau karena kesalahpahaman. Dimana anggota Deninteldam III/Siliwangi masuk ke wilayah Kodam II/SWJ tanpa adanya koordinasi sehingga terjadi mis communication dengan aparat kepolisian.

“Ada delapan anggota dari Deninteldam III/Siliwangi yang terlibat baku tembak, dua tertembak kita berikan pengobatan. Sedangkan untuk yang tidak tertembak kita kembalikan ke satuan mereka, yang tertembak hanya mengalami luka-luka, untuk yang meninggal dunia belum ada dan mudah-mudahan tidak ada,” ungkapnya.

Disinggung terkait kedatangan anggota Deninteldam III/Siliwangi ke Sumsel dalam rangkaian kegiatan apa? Pangdam belum dapat menjelaskan lebih detail namun anggota TNI tersebut ke Sumsel tengah menjalankan tugas.

“Ya melakukan tugasnya, kira-kira seperti itulan. Mereka datang tanpa kordinasi dengan Kodam II/SWJ. Seperti kita tahu, Linggau kan agak texas (rawan) senjata api rakitan, karena tidak ada kordinasi maka teman-temen dari Polres Muara Enim juga tidak tahu mereka TNI. Nah, dikarenakan saling tidak tahu hingga terjadi salah pengertian. Karena tidak ada kordinasi, samalah jika kita masuk rumah orang tidak permisi ya gak salah jika di lempar. Jadi, sama seperti ini masuk wilayah gak permisi dan tidak ada komunikasi dengan kita,” tegas Pangdam II/SWJ saat itu. (ded)











Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Bupati OI Tinjau Kesiapan SPKLU di Area Tol

Indralaya, KoranSN Untuk memastikan para pengendara yang melaksanakan arus balik diwilayahnya, Bupati Ogan Ilir, Panca …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!