Balar Duga Peta Kuno Berasal Dari Zaman Sriwijaya

Retno Purwanti.
Retno Purwanti.

Pagaralam, KoranSN

Peneliti Senior Balar Arkeologi Palembang Retno Purwanti mengungkapkan, dilihat dari bentuk dan jenis batu yang ditemukan warga Dusun Gunung Agung Lama, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara kemungkinan besar adalah Prasasti.

“Dilihat dari bentuk dan jenis batu ini kemungkinan besar parasasti, dan kemungkinan juga prasasti zaman Sriwijaya,” tegas Retno dihubungi wartawan, Kamis (14/1/2016).

Diakuinya, dari jenis tulisan juga dirinya menduga bukan asal guratan tapi menunjukan makna tertentu.

“Tapi  semuanya masih harus diteliti lebih mendalam untuk melihat kepastiannya apakah memang benar-benar presasti atau bukan,” beber Retno seraya mengatakan dari tulisan yang terlihat sudah banyak yang hilang tergerus waktu.

Baca Juga :   Pengadilan Agama Lahat Siapkan Pembentukan PA Pagaralam

Jika ini benar-benar prasasti ini akan menjadi penemuan yang fenomenal di tahun dan abad ini sebab dilihat sekilas tulisan yang ada merupakan tulisan yang lazim di pakai di zaman sriwijaya.

“Kita berharap jika sudah diteliti dengan seksama kita akan tahu apa makna dari tulisan yang ada,” tegasnya.

Terpisah kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata Drs Syamsul Bahri Burlian MM mengungkapkan, pihaknya akan menerjunkan tim untuk mengecek temuan baru megalit yang ada. “Jika benar-benar itu prasasti akan kita jaga dan kita rawat,” bebernya.

Pihaknya juga akan mengirimkan laporan resmi ke Balai Arkeologi setelah tim yang mengecek ke lokasi temuan baru selesai melakukan pengecekan. “Kita akan buat laporan resmi,” bebernya.

Baca Juga :   Gunung Dempo Keluarkan Dua Kali Vulkanik Dalam

warga Dusun Gunung Agung Lama, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara menemukan batu yang diduga merupakan sebuah peta kuno. Batu ini berada di tengah kebun sayur milik Ican, warga setempat. (asn)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Seminggu Dirawat di Rumah Sakit, Pasien Corona di Pagaralam Meningal Dunia

Pagaralam, KoranSN Setelah dilakukan isolasi dan perawatan sekitar satu minggu di Rumah Sakit Daerah (RSD) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.