Bandara Silampari Terganggu Kabut Asap



Objek Wisata Alam Bukit Sulap tampak tak tampak karena diselimuti kabut asap khusus pagi hari hingga jelang dzuhur. (foto-rifat/koransn)

Lubuklinggau, KoranSN

Kabut asap yang menyelimuti Kota Lubuklinggau, Senin (14/10/2019) pagi hingga siang mulai berdampak dan mengganggu jadwal kedatangan pesawat di Bandara Silampari di Kota Lubuklinggau.

Kabut asap yang menyelimuti Bandara Silampari sejak pagi tersebut mengganggu jarak pandang (visibility) penerbangan. Kondisi tersebut baru kembali normal sekitar pukul 11.00 WIB dengan visibility 4.000 meter.

“Ada keterlambatan (delay) di maskapai Wings Air dan Batik Air hari ini,” kata Kepala Bandara Silampari Lubuklinggau, Rudi Pitoyo, kemarin.

Maskapai penerbangan Batik Air dari Jakarta tujuan Lubuklinggau delay satu jam. Harusnya jadwal normal pukul 10.00 WIB tiba di Bandara Silampari dan jam 11.45 WIB take off. Itu dikarenakan kabut asap yang mengganggu jarak pandang di Bandara Silampari.

“Cuma delay sedikit terdampak kabut asap. Karena kabut asap, delay satu jam,” bebernya.

Akibat delay tersebut, pesawat Batik Air baru tiba di Bandara Silampari pukul 12.00 WIB. Dan kembali terbang lagi dari Bandara Silampari ke Jakarta pukul 13.00 WIB.

“Karena nunggu cuaca linggau. Karena visibility linggau masih 2.000, baru hampir jam 11 itu sudah visibility-nya sudah 4.000, sudah bisa masuk,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kabupaten Lahat Miliki 2 Kecamatan Baru

Selain itu, dampak kabut asap juga mengganggu jadwal penerbangan maskapai Wing Air dari Palembang ke Lubuklinggau. Maskapai Wings AIr dari Palembang ke Lubuklinggau delay tiga jam. Itu dikarenakan kabut asap yang menyelimuti bandara SMB II Palembang.

“Karena Palembang off, tadikan dia sudah terbang dari pekan baru mengalihkan penerbangan (divert) ke jambi, karena gak bisa masuk palembang,” bebernya.

Kata Rudi, hal tersebut yang mengakibatkan delay. “Akhirnya dia nunggu Palembang bisa masuk. Palembang sudah bisa masuk, dari Palembang menerbangi rute Palembang-Lubuklinggau. Jadi Palembang delay, apalagi Palembang-Linggau ikut delay pasti,” timpalnya.

Ia menjelaskan, pesawat Wings Air dari Palembang ke Lubuklinggau jadwal normalnya pukul 09.00 WIB take off dari Lubuklinggau. Namun akibat delay, pesawat tiba di bandara Silampari pukul 12.10 WIB dan kembali berangkat pukul 13.00 WIB.

Sementara itu, dampak kabut asap yang menyelimuti kota Lubuklinggau Senin pagi cukup mengganggu aktivitas masyarakat di bumi Sebiduk Semare. Dan sebagai antisipasi, sejumlah masyarakat mengenakan atau memakai masker saat keluar serta bepergian keluar rumah.

“Parah kabutnya. Bukit sulap bae dak kejingok’an,” kata Mardiah, warga Gang Becek, Kelurahan Tanjung Indah, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Ia mengungkapkan, bukit sulap yang merupakan icon wisata alam andalan Kota Lubuklinggau biasanya dari pusat kota bisa terlihat dengan indah.

Baca Juga :   Jalan Sekayu-Tebing Bulang Mirip Kubangan Kerbau

“Kalau ini dak keliatan lagi bukitnyo ditotop kabut. Biasonyo jam tujuh pagi, kalo normal kejingok’an. Ini jam cak itu lah ilang sampe siang ini (pukul 10.00 WIB,” ujarnya.

Terpisah Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Lubuklinggau, Waidi mengungkapkan untuk hot spot atau titik api diwilayah Lubuklinggau sejak dua hari terakhir tidak ada. Sebab berdasarkan pemantauan manual pihaknya untuk hot spot di Lubuklinggau belum terdeteksi.

“Dari kemarin sampai sekarang, dari kemarin tidak ada, sama dengan hari ini, kita tidak ada memadamkan. Sampai sekarang belum terdeteksi secara manual untuk hot spot itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kabut asap yang menyelimuti kota Lubuklinggau disinyalir merupakan kiriman. Namun pihaknya tidak tahu persis dari mana kabut asap kiriman tersebut.

“Ini kiriman, tidak tahu dari mana,” ujarnya. (rif)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Karhutlah Sudah Mendekati Pemukiman, Polres OI Lakukan Pencegahan

Indralaya, KoranSN Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI) berturut-turut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.