Bandit Pecah Kaca Ditembus Timah Panas Petugas

DIAMANKAN – Tersangka Ricard saat diamankan di Polresta Palembang. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pelarian Ricard (25), salah seorang tersangka dari tiga pelaku spesialis bandit pecah kaca, Selasa siang (4/7/2017) harus terhenti setelah timah panas aparat Sat Reskrim unit Pidum Polresta Palembang menembus dan bersarang di kakinya.

Tersangka terpaksa diberi tindakan tegas setelah berupaya memberikan perlawanan ketika aparat kepolisian melakukan penyergapan di tempat persembunyiannya, di Jalan Tangga Takat Laut Lorong Eka Sapta RT 14 RW 05 Kelurahan Tangga Takat Kecamatan SU II Palembang.

Tersangka diburu setelah polisi menerima pengaduan dari korban Jason (33), yang mengaku jika sejumlah barang di dalam mobilnya raib digondol kawanan bandit pecah kaca. Bermodal dari laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan guna memburu dalang dibalik pengrusakan mobil korban tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum, AKP Robert P Sihombing mengatakan, ketika mengetahui jika aksi pencurian dengan modus pecah kaca tersebut dilakukan kawanan tersangka maka pihaknya langsung melakukan pengejaran.

“Tersangka berhasil kita lumpuhkan dan saat ini sudah diamankan di Polresta Palembang. Kini kita masih memburu dua orang rekannya lagi yang masih buron yakni; ‘AL’ dan ‘AN’,” terangnya.

Baca Juga :   Reza Artamevia Menyesal Gunakan Narkoba

Masih kata Robert, aksi pecah kaca yang dilakukan kawanan tersangka ini terjadi saat korban Jason sedang beristirahat di kediamannya di Jalan Segaran No 168 B RT 29 RW 02 Kelurahan 14 Ilir Kecamatan IT I. Dimana saat itu mobil jenis minibus milik korban yang sedang terparkir di halaman rumah disasar kawanan tersangka.

“Tersangka dan dua pelaku lainya tersebut langsung memecahkan kaca kiri mobil dengan menggunakan satu buah linggis lalu mereka langsung menguras barang yang ada di dalam mobil korban. Dimana barang yang dicuri yakni; sound system serta sebuah tape mobil,” jelasnya.

Aksi ketiga kawanan tersangka, dijelaskan Robert, terekam kamera pengintai CCTV yang terpasang di rumah korban, sehingga mempermudah aparat melakukan pengejaran dan penangkapan.

“Untuk barang bukti yang kita amankan yakni; mobil beserta kunci kontak milik korban, tape mobil berikut sound system yang dicuri. Atas ulah tersangka dan dua rekannya, korban mengalami kerugian berkisar Rp 10 juta. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya lima tahun penjara,” tegasnya.

Baca Juga :   Bengkel Mobil di Tanah Periuk Lubuklinggau Hangus Terbakar

Sementara, saat digiring ke Polresta Palembang tersangka mengakui aksi dirinya bersama dua rekannya dengan cara memecahkan kaca mobil milik korbannya.

“Tugas saya dan ‘AN’ hanya menjaga di pinggir jalan Pak! sambil menutupi layar CCTV. Sedangkan yang memecahkan kaca dan mengambil barang itu teman saya ‘AL’ yang saat ini masih buron,” ungkapnya.

Dirinyapun mengakui nekat ikut dalam aksi pencurian tersebut, lantaran butuh uang untuk membayar hutang membeli baju lebaran, kemarin.

“Baru sekali inilah saya ikut mencuri, itu juga diajak ‘AL’. Rencananya uang yang saya dapat untuk bayar hutang baju lebaran,” tandasnya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Dalami Pembelian “Wine” Oleh Edhy Prabowo dari Suap Ekspor Benur

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi karyawan swasta Ery Cahyaningrum soal pembelian minuman …