Bangka Berkemas Sambut Ribuan Wisatawan Tanpa Tes Antigen

Bupati Bangka Mulkan. (Foto-Antara)

Sungailiat, Bangka, KoranSN

Kebijakan kongkrit pemerintah memberikan kelonggaran aturan tanpa tes antigen dan polymerase chain reaction (PCR) pelaku perjalanan dalam negeri (domestik) disambut antusias oleh pemerintah daerah di Indonesia, terutama pemerintah Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Langkah pemerintah tersebut dinilai mampu mempercepat dukungan pemulihan ekonomi di segala sektor yang sempat terhambat akibat munculnya severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2), yang menyebar dua tahun lamanya.

Pelaku perjalanan dalam negeri atau antar pulau di Indonesia mempunyai peran besar mendorong percepatan putaran perekonomian bagi masyarakat daerah yang di tuju, karena momentum itu dapat dimanfaatkan oleh daerah memperkenalkan bahkan memasarkan kembali produk daerah yang selama ini terpaksa harus disimpan dalam “Kotak pandemi COVID-19”.

Bupati Bangka Mulkan mengatakan, dampak sebaran varian virus corona kala itu menuntut pemerintah pusat dan daerah memfokuskan program penanganan COVID-19 dengan memaksimalkan bantuan langsung masyarakat terdampak.Puluhan miliar anggaran pemerintah daerah yang sebelumnya sudah terencana untuk berbagai bidang, harus dilakukan pegeseran di bidang kesehatan penanganan sebaran COVID-19. Perekonomian masyarakat turun dratis, mulai dari berhentinya usaha masyarakat sampai hilangnya pekerjaan karyawan swasta.

Baca Juga :   Bedug Masjid Istiqlal Tak Lagi Ditabuh

Meskipun perekonomian masyarakat di Kabupaten Bangka tidak begitu besar terdampak jika dibandingkan dengan masyarakat di sejumlah kota besar di Indonesia, kata Mulkan, khusus sektor pariwisata salah satu sektor terdampak besar yang sangat besar sebaran COVID-19, dimana kunjungan wisatawan tidak masuk karena pertimbangan mencegah virus corona sehingga memaksa beberapa manajemen usaha wisata menghentikan usahanya yang mengakibatkan merumahkan karyawan.

Menyikapi wabah COVID-19 saat itu Bupati Mulkan mengingatkan dan mendorong seluruh pelaku usaha di saat pandemi COVID-19, dapat dimanfaatkan dengan baik mempersiapkan diri menghadapi kondisi normal ke depan dengan cara mengatur kembali strategi peningkatan kualitas layanan produk supaya diminati pasar.

Baca Juga :   Polda Banten Sekat Kendaraan Menuju Pantai Anyer

“Saya optimis, sektor pariwisata di Kabupaten Bangka secara bertahap akan kembali pulih, pariwisata ditetapkan sebagai salah satu sektor unggulan selain sektor lainnya,” kata bupati.

Bahkan bupati, minta seluruh kepala desa dapat mengoptimalkan kekayaan alam wisata desa dengan didukung anggaran dana desa yang diterimanya sebab banyak potensi wisata yang dimiliki pemerintah desa, seperti agrowisata, kolong atau danau di area bekas tambang biji timah dan objek wisata lain.

Pemerintah desa dapat melibatkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta kelompok masyarakat desa setempat dalam mengelola dan mengembangkan wisata alam desa. HALAMAN SELANJUTNYA>>



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Turis kunjungi Bukit Porong Labuan Bajo capai 1.450 orang pada 2023

Manggarai Barat, NTT, KoranSN Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Porong Desa Wisata Coal Alfonsius …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!