Bangun 2 Sumur Bor Antisipasi Kekurangan Air Bersih







Kepala Desa Noman Taupik Haris foto bersama DPMD, pihak Kecamatan Rupit, Inspektorat dan pendamping desa usai pemasangan papan plang pembangunan selokan di Desa Noman Kecamatan Rupit. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Pemerintah Desa Sungai Lanang Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara akan membangun 2 sumur bor untuk masyarakat. Hal ini untuk mengantisipasi sulitnya mendapat air bersih, terutama saat musim kemarau.

Kepala Desa Sungai Lanang, Tulus Sugianto mengatakan, desa yang masih dalam katagori tertinggal tersebut sering menjadi keluhan masyarakat saat musim kemarau karena kekurangan air bersih, sehingga dikhawatirkan terjadi kesalahpahaman antar masyarakat. Sehingga pemerintah desa mengambil tindakan untuk merealisasikan 2 sumur bor di tahun 2017 ini.

“Kita mempunyai empat dusun, jadi pembangunan kita bagi tergantung dusun mana yang lebih membutuhkan perbaikan, tapi kami lebih fokus ke sumur bor karena air bersih sangat dibutuhkan disini,” ungkap Tulus saat melakukan titik nol bersama DPMD SDM, insfektorat, pihak kecamatan dan desa, Selasa (11/7/2017).

Menurut Tulus, minimnya persedian air bersih di Sungai Lanang membuat warga was-was pencurian air bersih, karena sudah pernah terjadi hal yang tidak diinginkan tersebut.

“Ya, beberapa waktu yang lalu memang ada pencurian air bersih disini, sedangkan pencurian barang yang lain tidak pernah terjadi, jadi kesimpulannya air bersih sangat dibutuhkan di Desa Sungai Lanang ini,” ujar Tulus.

Tulus mengatakan, 3 bulan atau 120 hari yang ditargetkan pemerintah akan dimaksimalkan untuk pembangunan fisik, sehingga pihaknya akan menggerakkan seluruh masyarakat yang ada di Desa Sungai Lanang.

Baca Juga :   Zakat PNS & TNI untuk Kurangi Kemiskinan di OKI

“Seluruh warga desa akan kita kerahkan untuk membantu dan mempercepat pembangunan fisik, namun ada sedikit catatan, yakni kami akan memilih warga yang memang mempunyai skill dan tidak menyuruh sembarang orang,” ungkapnya.

Terpisah, Kades Noman Lama Taufik Haris mengatakan, pembangunan desa yang menggunakan dana desa (DD) akan digunakannya untuk membangun jalan poros desa dan selokan.

“Jalan poros yang akan kita buat lebarnya tiga meter, dan disamping kiri kanannya juga akan dibuat siring, jadi total lebar jika digabungkan menjadi lima meter,” pungkasnya. (snd)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Harga Komoditas Disubsidi Pemkab Muara Enim

Muara Enim, KoranSN Dalam menjaga ketersediaan dan harga bahan pokok terjaga pasca-Iduladha 1445 Hijriah, Pemerintah …

error: Content is protected !!