Bantah Rekayasa Sakit Novanto, Fredrich: Kok Bisa Dirawat di RSCM



Fredrich Yunadi. (foto-net/detiknews.com)

Jakarta, KoranSN

Protes demi protes disampaikan Fredrich Yunadi. Kali ini dia mempertanyakan tentang tudingan KPK yang menyebutnya merekayasa atau memanipulasi data rekam medis Setya Novanto.

“Kita sudah membantah seluruhnya. Saya mengatakan kalau Rumah Sakit Permata Hijau dinyatakan salah, ya kan cuma 1 hari. RSCM yang 3 hari kok nggak diapa-apain,” kata Fredrich usai menjalani pemeriksaan di KPK, Senin (22/1/2018).

Fredrich mengatakan seharusnya Novanto dipulangkan pihak RSCM jika pemeriksaan medisnya palsu. Bahkan, ia menuding KPK melakukan kriminalisasi terselubung atas dirinya.

“Saya tanya kalau memang ini nggak bener ya RSCM suruh pulang dong. Kenapa di sana nginap 3 hari. Yang 1 hari dikatakan jadi tersangka. Yang 3 hari jadi pahlawan. Apa itu? Kriminalisasi yang terselubung,” ucapnya.

Selain protes soal penetapannya jadi tersangka, Fredrich juga menyebut KPK tak berani mengkonfrontasi dirinya dengan pihak lain. Ia juga menyebut tak ada pemblokiran atas rekening dirinya.

“Tidak ada, mereka nggak berani konfrontir. Saya tantang konfrontir nggak ada yang berani. Tidak (diblokir). Urusan apa sama saya. Saya kan tidak korupsi,” ujar Fredrich.

Fredrich merupakan tersangka yang dijerat KPK berkaitan dengan peristiwa hilangnya Novanto. Dia dijerat melakukan perintangan penyidikan perkara Novanto.

Selain Fredrich, KPK juga menjerat dr Bimanesh Sutardjo. Keduanya diduga memanipulasi data rekam medis Novanto untuk menghindari panggilan penyidik. Keduanya telah ditahan KPK.

Baca Juga :   Jenazah Vanessa Angel dan Suami Dimakamkan di TPU Ulujami Pesanggrahan

Novanto menghilang ketika KPK menyambangi rumahnya pada 15 November 2017. Selang 1 hari, pada 16 November, Novanto mengalami kecelakaan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tanggal 19 November, Novanto ditahan di Rutan KPK usai menjalani assessment selama 3 hari di RSCM. (detik.com)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Lakukan Optimalisasi Sistem Pelaporan dan Pembaruan Legalitas PPNS

Jakarta, KoranSN Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan melalui Divisi Keimigrasian menunjukkan komitmen …

error: Content is protected !!