Barang Ilegal Masuk ke Lapas Kayuagung







Ilustrasi. (Foto-Net)

Kayuagung, KoranSN

Sejumlah barang ilegal atau dilarang masuk ke blok Napi di Lapas Klas IIIA Kayuagung ternyata ditemukan petugas saat Sidak, Senin (23/7/2018) pagi. Sidak juga dilakukan untuk memastilan tidak ada fasilitas mewah bagi Napi.

Dalam razia yang dilakukan di 5 Blok tahanan yang terdiri dari; blok Napi anak, Napi wanita dan blok Napi umum kemarin memang tidak ditemukan fasilitas mewah.

Tapi petugas mendapatkan barang ilegal milik Napi seperti; ponsel biasa 11 unit, ponsel pintar 3 unit, modem 3 unit, charger 13 unit, Sajam dan korek api.

Kalapas Kayuagung, Hamdi Hasibuan didampingi Kasubsi Pembinaan Dedi Mardjana dan Kasubsi Kamtib Juarsa mengatakan, dari 729 Napi ditemukan sejumlah barang ilegal yang seharusnya tidak boleh masuk.

Baca Juga :   Suami Pukuli Isteri Karena Tak Restui Menikah Lagi

“Kami perkirakan barang ini masuk melalui berbagai acara yang dilakukan sebelumnya,” urainya.

“Karena saat mengadakan acara, pengawasan sedikit melemah lantaran banyak tamu undangan yang masuk Lapas. Untuk barang bukti, langsung dimusnahkan,” ungkapnya seraya mengatakan razia yang dilakukan juga merupakan pelaksanaan Surat Perintah Dirjen Pemasyarakatan Nomor PAS-KP 04 01/148.

Menurut Hamdi, meski demikian dalam razia internal, petugas Lapas menerapkan jarak waktu acak (Random) untuk Sidak, metode ini merupakan cara efektif untuk menekan pelanggaran dalam sel.

“Dengan pola waktu acak dalam razia ke setiap blok, menyulitkan Napi untuk bergerak bebas dalam menyembunyikan barang yang ilegal masuk ke dalam sel. Bisa siang, bisa malam atau subuh sekalipun razia kami lakukan, untuk menjaga agar Lapas ini bersih dari semua barang yang melanggar peraturan,” katanya.

Baca Juga :   Berkas Perkara Doni Salmanan Dilimpahkan ke Pengadilan

Kasubsi Pembinaan Dedi Mardjana menambahkan, pengawasan ketat juga berlaku dalam penggunaan alat yang dipakai Napi untuk membuat sejumlah keterampilan.
“Pembinaan tetap dilakukan bahkan dengan adanya kerjasama dengan TP PKK OKI, semangat Napi dalam berkarya kelihatan meningkat, terbukti dengan membuat tas dari purun dan cairan cuci piring merupakan inovasi tersendiri bagi Napi yang berguna sebagai bekalnya nanti,” tuntasnya. (iso)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Lansia yang Tenggelam di Sungai Ogan Ditemukan Meninggal Dunia

Palembang, KoranSN Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang Lansia bernama Maleha (70) yang sebelumnya tenggelam …

error: Content is protected !!