Bawa Kabur Mobil dan Motor Pasutri Diringkus

Tersangka Iwan (baju hitam) saat diamankan polisi. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Iwan (33) dan Riamiati (29), pasangan suami isteri (Pasutri), warga Jalan Pangeran Ayin Lorong Tutwuri Handayani Keluarahan Kenten Banyuasin, diringkus Satreskrim Polsek Talang Kelapa karena telah membawa kabur dan menggadaikan satu unit mobil dan sepeda motor milik korbannya.

Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Masnoni, Selasa (23/6/2020) mengatakan, kedua tersangka yang merupakan pasangan suami isteri ditangkap lantaran telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan kendaraan.

“Adapun modus kedua tersangka, yakni pura-pura meminjam mobil dan motor beserta BPKB milik korban yang dikenal tersangka, kemudian kendaraan dan BPKB digadaikan dan uangnya dipergunakan pasangan suami istri ini untuk foya-foya,” ujarnya.

Masih dikatakannya, penangkapan kedua tersangka setelah para korbannya membuat laporan ke Mapolsek Talang Kelapa.

“Usai ditangkap, untuk tersangka Iwan kita tahan di Polsek Talang Kelapa. Sementara isterinya, yakni tersangka Riamiati ditempatkan di sel tahanan di Polres Banyuasin. Hal ini dilakukan karena di Polsek Talang Kelapa belum ada sel tahanan perempuan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Pasien RSMH Palembang Diduga Tewas Gantung Diri

Dilanjutkan Kapolsek, selain menangkap kedua tersangka pihaknya juga mengamankan satu unit mobil minibus, dan satu unit sepeda motor milik korban yang telah digadaikan tersangka.

“Kini kedua tersangka telah kita amankan, dan dalam kasus ini keduanya kita jerat dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 372 KUHP,” tegas Kapolsek.

Sementara tersangka Iwan mengatakan, ia dan isterinya Riamiati membawa kabur dan menggadaikan mobil dan sepeda motor tersebut lantaran terlilit hutang di bank.

“Awalnya saya dan isteri meminjam uang Rp 200 juta di bank untuk membeli rumah. Dikarenakan kami tidak sanggup membayar pinjaman uang di bank tersebut, makanya kami menggadaikan mobil dan sepeda motor tersebut,” ujarnya.

Diungkapkan tersangka, jika pemilik mobil dan sepeda motor yang digadaikannya tersebut merupakan milik keponakan dan temannya sendiri.

“Kalau untuk mobil yang digadaikan, awalnya saya membujuk korban yang merupakan teman saya untuk meminjam uang di bank. Hal ini hanya untuk mengelabuhi korban saja. Dan ternyata korban mau dan percaya kepada saya, sehingga menyerahkan mobil dan BPKB tersebut. Setelah itu, mobil dan BPKP saya bawa kabur lalu saya gadaikan ke orang lain bukan ke bank,” ungkap tersangka.

Baca Juga :   Dijerat Pasal Berlapis, 2 Youtuber Tersangka Prank Daging Kurban Berisi Sampah Terancam 10 Tahun Penjara

Masih dikatakan tersangka, sedangkan untuk satu unit sepeda motor yang digadaikan merupakan kendaraan milik keponakannya.

“Tapi saat kejadian yang pura-pura meminjam sepeda motor itu adalah isteri saya. Setelah itu, barulah saya yang menggadaikannya. Saya bersama isteri melakukan hal tersebut karena kami kepepet butuh uang membayar hutang di bank. Apalagi di masa Covid-19 saat ini, saya yang keseharian berjualan sepi pembeli,” tutup tersangka. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Karam di Sungai Musi, Nakhoda Kapal Tewas

Palembang, KoranSN Kapal tugboat merek Atlas yang menarik tongkang merek Brawijaya bermuatan kosong tenggelam di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.