Bawaslu Minta KPU Segera Tindaklanjuti Putusan MA Soal Eks Koruptor

Ketua Bawaslu Abhan. (foto-net/detiknews.com)

Jakarta, KoranSN

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung (MA) yang memperbolehkan mantan napi korupsi maju nyaleg. Bawaslu ingin KPU segera melakukannya sebelum penetapan daftar calon tetap (DCT).

“Pertama KPU harus segera merevisi PKPU itu dalam waktu secepatnya, karena tanggal 20 (September) sudah penetapan DCT,” kata Ketua Bawaslu Abhan di KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

Abhan menuturkan KPU juga harus segera berkonsultasi dengan DPR. Pihaknya ingin agar keputusan untuk merevisi PKPU bisa dilakukan segera.

“Bisa beberapa kali waktu mendesak konsultasi itu bisa disampaikan ke DPR secara tertulis. Tapi yang penting agar tak jadi persoalan di kemudian hari ya secepatnya tanggal 20 sudah DCT,” jelas Abhan.

Baca Juga :   Penurunan Status Gunung Dempo Tunggu PVMBG

Bawaslu menyebut ada 41 caleg yang pernah bermasalah dengan kasus korupsi. 3 dari DPD dan 38 dari DPRD tingkat kabupaten dan provinsi.

Terkait wacana menandai surat suara bagi mantan narapidana korupsi, Bawaslu menyerahkannya ke KPU. Abhan mengatakan paling tidak masyarakat harus tahu sepak terjang politikus yang pernah menjadi narapidana korupsi.

“Bagi kami minimal bahwa CV dari calon itu harus dibuka,” ucapnya.

Sebelumnya, MA telah mengabulkan permohonan agar mantan napi korupsi bisa maju sebagai caleg. Salah satu pertimbangan MA dalam mengabulkan gugatan tersebut karena bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Baca Juga :   Menag: Indonesia Tunggu Jawaban Arab Saudi Soal Penambahan Kuota Haji

“Jadi, PKPU itu dinyatakan bertentangan dengan undang-undang,” kata juru bicara MA Suhadi. (detikcom)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemerintah Kaji Opsi Pemantauan Orang di Fasilitas Umum

Jakarta, KoranSN Pemerintah tengah mempertimbangkan beberapa opsi untuk memastikan hanya orang sehat bebas COVID-19 yang …