Bawaslu Tak Segan Jatuhkan Sanksi bagi Menteri yang Nyaleg





Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan Misbah (kanan). (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan Misbah akan memantau tujuh menteri Kabinet Kerja yang kembali maju sebgai calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019. Pengawasan ini termasuk kelalaian bila menggunakan fasilitas negara.

“Ini tugas kami melakukan pengawasan soalnya nanti apakah mereka menggunakan fasilitas negara atau tidak. Karena mereka tidak mundur tentu kami akan melakukan pengawasan,” kata Abhan di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Abhan mengingatkan menteri yang nyaleg harus memberi contoh. Sebab, merujuk aturan para menteri tak perlu mundur dari jabatannya sebagai caleg. Para menteri cukup meminta izin pada presiden dan mengatur cuti saat kampanye.

“Saya harapkan menteri terkait ikut aturan. Jadi harus dipisahkan mana kapasitas sebagai menteri atau dalam kapasitas sebagai caleg,” ujarnya menjelaskan.

Abhan memastikan, Bawaslu tak akan main-main mengawasi para menteri yang maju sebagai caleg. Dia juga menegaskan pihaknya tak akan segan memberi sanksi bila menteri melanggar aturan saat kampanye.

“Kami pengawasan melekat. Menteri turun ke daerah A kami akan melakukan pengawasan melekat di daerah A, Bawaslu kabupaten kota A yang langung mengawasi secara melekat.”

Setidaknya tujuh menteri yang kembali maju sebagai caleg dalam Pemilu 2019 mendatang. Tujuh nama menteri itu adalah Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri, Menpora Imam Nahrawi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, serta Menteri PAN-RB Asman Abnur. (viva.co.id)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Badan Geologi Catat 19 Kali Gempa Guguran Gunung Ruang

Manado, KoranSN Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 19 kali …

error: Content is protected !!