Bayi di Kandungan Migran Venezuela Meninggal Saat Tunggu Bisa ke Chile





Komisioner Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet berbicara dalam sebuah konferensi pers setelah pertemuan dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela. (foto-antaranews)

Santiago, KoranSN

Pejabat Chile pada Sabtu melaporkan bahwa bayi dalam kandungan seorang migran Venezuela meninggal saat sang ibu menunggu visa yang sesuai untuk menyeberangi perbatasan dari Peru ke Chile.

Peru Juni lalu menekan arus migrasi, dengan mengharuskan para migran memiliki paspor dan visa untuk tinggal di negara tersebut. Aturan baru itu mendorong sejumlah migran untuk pergi ke Chile.

Baca Juga :   Wapres Kolombia Ramirez Positif Corona

Kementerian Luar Negeri Chile dalam satu pernyataan menyatakan pihaknya menyesalkan kematian bayi dalam kandungan tersebut, namun mengatakan “tidak mungkin memberikan bantuan medis bagi warga asing di negara tetangga.”

Hancurnya perekonomian Venezuela menyebabkan krisis migrasi terbesar dalam sejarah Amerika Selatan baru-baru ini. Chile, salah satu negara Amerika Latin yang perekonomiannya paling stabil sekaligus paling kuat menjadi magnet tersendiri bagi warga Venezuela untuk mencari tempat tinggal baru.

Imigrasi ke Chile melonjak enam kali lipat dalam kurang dari 30 tahun, dari 114.500 pada 1992 hingga 746.465 pada tahun lalu. Mayoritas migran baru-baru ini berasal dari Haiti dan Venezuela. (Antara/Reuters/ags)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Banjir di Selatan Brasil Tewaskan 126 Orang

Mexico City, KoranSN Angka kematian akibat banjir di negara bagian Rio Grande do Sul di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!