Belum Dapat Penglaris, Sudah Dijaring Pol PP





Ilustrasi.
Ilustrasi.

Lahat, KoranSN

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lahat, Rabu (27/1/2016) malam, kembali menggelar razia Penyakit Masyarakat (Pekat). Operasi ini dipimpin langsung oleh Kasat Pol. PP Sigit Budianto, SH dan Kasub Den Pom Kapten CPM Edison Sihaloho, serta anggota Kodim 0405. Rudi, dibantu oleh beberapa anggota lainnya ini dilakukan di beberapa titik dalam kawasan kota lahat.

Dikatakan Sigit, dalam operasi ini. Petugas menjaring sedikitnya 2 PSK dikawasan stasiun KA, serta 1 pasangan mesum disalah satu hotel dikawasan jalan baru Desa Manggul, dan juga 223 botol minuman keras dari berbagai jenis yang berhasil digotong dari 2 warung dikawasan Gelora Serame, dan juga 2 warung diseputar Desa Lubuk Kepayang.

“Untuk wanita yang diduga pelaku PSK adalah Siti Aisyah (25), Fauzia. (23) dan Kopi (25). Kemudian untuk minuman keras tersita 108 botol Vodka, Agur merah besar 13 botol. Agur merah kecil juga 13. Selanjutnya Bir putih sebanyak 13 botol, jenis Newport kecil 15 botol.dan yang kecil 18, ditambah Mensen House 1 botol, Pronsi Bir 5 botol, Wines Kecil 20, terakhir Wines Besar sebanyak 5 botol”, beber Sigit.

Baca Juga :   KPK Tahan Dirut Nonaktif Perumda Sarana Jaya

Bagi pasangan selingkuh dan 2 wanita penghibur yang lainnya, kata Sigit. Akan segera didata agar tidak mengulangi perbuatan yang melanggar aturan tersebut. Kendati demikian, semua minuman yang disita akan dijadikan barang bukti dan dimusnahkan.

“Jika masih saja terulang, maka akan kita serahkan ke pihak kepolisian. Sebab bagi kita hanya melakukan pembinaan saja. Untuk Merasnya1 nanti akan kita adakan acara khusus untuk pemusnahannya”, tandas Sigit.

Semantara itu, seorang PSK bernama Siti Aisah mengaku baru tiba dilokasi hiburan dikawasan stasiun KA. Namun apesnya, belum lagi dapat rezeki. Ia sudah terjaring razia. Bahkan janda muda ini satu anak ini menangis saat akan didata oleh petugas, sebab menurut catatan Pol. PP, Siti sudah 3 kali tertangkap saat razia.

Baca Juga :   Kehormatan Bunga Dirampas di TPU Sukabangun

“Saya nggak mau ditahan, saya mau pulang. Siapa yang akan kasih makan anak saya kalau saya ditahan. Sedangkan saya kerja begini buat beli susu anak, “Penglaris” (Lelaki hidung belang pertama, red) saja belum dapat. Tapi saya sudah dikejar dan ditangkap”, ungkapnya, disela isak tangis, saat diperiksa petugas. (fiz)

Publisher : Anton Wijaya

Lihat Juga

Pengedar Sabu di Lahat Dibekuk

Lahat, KoranSN Slogan selamatkan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan Narkoba membuat Satres Narkoba Polres Lahat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.