Berkah Dibalik Perayaan Cap Go Meh



Cap go meh di Pulau Kemaro dijadikan sebagai piknik untuk keluarga yang berkunjung. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Perayaan Cap Go Meh atau tahun baru Imlek ke 2569 bagi masyarakat Thionghoa salah satu yang wajib dilakukan ialah melepas burung. Hal tersebut dinilai sebagai cara bersyukur dengan apa yang terjadi selama setahun kebelakang, serta merupakan simbol membantu sesama mahkluk hidup dan tentunya mengajarkan kepada sesama akan pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam.

Meski demikian, momen perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemoro, Rabu (28/2/2018) menjadi berkah tersendiri bagi anak-anak yang datang ke pulau yang berada ditengah-tengah perairan Sungai musi ini, untuk menangkap kawanan burung yang dilepas.

Randi (13) mengatakan, dirinya sengaja datang bersama temannya untuk menangkap kawanan burung yang dilepas oleh para pengunjung. Hasil tangkapan tersebut bisa dijual kembali kepada pengunjung lain.

Ia mengatakan, momen Cap Go Meh ini juga menjadi ajang pembuktian bagi dirinya beserta kawan-kawannya untuk berlomba menangkap burung sebanyak-banyaknya.

“Sudah banyak dapat, di dalam kantong plastik ini saja sudah lebih dari 15 Burung Pipit kami dapatkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, rata-rata Burung Pipit yang dilepas kebanyakan terbang dan jatuh ke tanah sehingga dengan mudah untuk ditangkap. Selain itu, cara lainnya dengan melempar burung menggunakan sendal.

“Burung Pipit waktu dilepas biasanya oleng dan terbang rendah, jadi mudah untuk dijatuhkan. Kalau dia sudah turun ke bawah, baru kita tangkap,” jelasnya.

Senada Adriansyah (15) menuturkan, baginya menangkap Burung Pipit saat Cap Go Meh menjadi daya tarik tersendiri untuk dirinya dan teman-temannya sekaligus seru-seruan.

Bahkan ia mengatakan, dari hasil tangkapan burung ini dapat kumpulkan untuk dipelihara ataupun di jual kembali.

Baca Juga :   Pangdam Pimpin Acara Korp Kenaikan Pangkat Perwira Kodam II/SWJ

“Koko-koko disini juga ada yang mau beli, yah langsung kita jual,” kata dia.

Selain menjadi berkah untuk anak-anak, momen Cap Go Meh di Palembang menjadi salahsatu daya tarik sendiri bagi warga Palembang yang tidak merayakan. Lantaran dijadikan sebagai piknik keluarga yang berkunjung ke tempat tersebut.

Lastri (45) menuturkan, ia datang pada momen Cap Go Meh bersama keluarga besar sambil menikmati sore hari di pinggiran Sungai Musi dengan membawa bekal makanan yang telah disiapkan dari rumah.

“Kita bawa mie bihun, sambal gorengan dan lauk pauk lainnya. Santai-santai saja bareng keluarga. Cap Go Meh ini sekaligus menjadi momen untuk melepas penat bareng keluarga di tengah keramaian masyarakat Tionghoa,” ujarnya. (rgn)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Klinik Lapas Kelas I Palembang Raih Akreditasi Paripurna

Palembang, KoranSN Klinik Pratama Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang (Lapas Merah Mata) torehkan prestasi membanggakan …

error: Content is protected !!