Berkas Perkara ‘JA’ Belum Dilimpahkan





DIPERIKSA - Tampak 'JA' (berdiri) saat menjalani pemeriksaaan penyidik di Mapolda Sumsel, beberapa waktu yang lalu. (foto-ferdinand/koransn.com)
DIPERIKSA – Tampak ‘JA’ (berdiri) saat menjalani pemeriksaaan penyidik di Mapolda Sumsel, beberapa waktu yang lalu. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel AKBP Zulkarnain, Selasa (11/10/2016) mengatakan, hingga kini pihaknya belum melimpahkan berkas perkara ‘JA’ tersangka dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) atau kuburan di Kelurahan Kemelak Bindun Langit Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU, ke kejaksaan.

Diungkapkannya, belumnya dilakukan pelimpahan berkas perkara lantaran adanya hambatan teknis penyidikan, sehingga saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk dari jaksa.

“Jadi, memang ada beberapa hambatan teknis penyidikan. Dari itu berkasnya masih kita lengkapi dulu. Nanti setelah kita lengkapi barulah berkasnya kita limpahkan ke jaksa. Untuk kapan waktu pelimpahannya, yang jelas akan kita lakukan dengan segera,” katanya.

Disinggung apa yang menjadi hambatan teknis penyidikan yang dimaksudnya? Zulkarnain enggan berkomentar karena hal tersebut merupakan teknis bagi penyidik untuk mengungkap dugaan kasus ini.

“Untuk apa yang menjadi hambatan teknis penyidikan tersebut, saya tidak bisa menginformasikannya,” tutup Zulkarnain.

Diketahui, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo sebelumnya telah menegaskan, jika berkas perkara tersangka ‘JA’ saat ini sedang disusun penyidik dan selanjutnya berkas perkara segara dilimpahkan ke kejaksaan.

Disinggung apakah Polda Sumsel memiliki target waktu untuk pelimpahan berkas perkara termasuk pelimpahan tersangka ‘JA’ ke kejaksaan? Diungkapkan Kapolda, awalnya Polda Sumsel akan melimpahkan berkas perkarannya dulu ke jaksa. Setelah berkas diperiksa dan dinyatakan lengkap (P21), barulah akan dilakukan pelimpahan tersangkanya ke jaksa.

Baca Juga :   Home Industri Miras Oplosan Dibongkar, Produksi 3 Ribu Botol Perhari

“Untuk target waktu gak perlu lama-lama, kalau akhir tahun kelamaan itu. Sebab berkas perkaranya kan hanya tinggal menyusun saja, setelah itu barulah kita limpahkan. Sedangkan untuk kapan pelimpahan tersangkanya, itu nanti setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa yang memeriksa kelengkapan berkas perkaranya,” kata Kapolda baru-baru ini.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumsel telah menetapkan ‘JA’ sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang telah dilakukan penyidik Polda Sumsel bersama penyidik Mabes Polri, di Mabes Polri.

“Dari hasil gelar perkara di Mabes Polri untuk status ‘JA’ sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu dilakukan karena unsur-unsur pidananya sudah terpenuhi bahkan lebih,” ungkap Kapolda.

Untuk diketahui, proyek pengadaan lahan TPU ini menggunakan anggaran APBD Tahun 2012 sebesar Rp 6,1 miliar. Adapun modus yang digunakan para tersangka diduga melakukan mark-up atau pengelembungan anggaran sehingga berdasarkan hasil audit BPK RI Perwakilan Sumsel diduga terjadi kerugian negara sebesar Rp 3,49 miliar.

Dugaan kasus ini terjadi ketika ‘JA’ yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati OKU masih menjabat sebagai Ketua DPRD OKU. Bahkan sebelum ‘JA’ ditetapkan sebagai tersangka, Polda Sumsel juga telah menetapkan empat tersangka. Mereka yakni, Ir H Najamudin (mantan Kepala Dinas Sosial OKU), Drs H Umirton (mantan Sekda OKU), Drs Akmad Juanidi (mantan Asisten I OKU), dan Hidirman (warga sipil pemilik lahan).

Baca Juga :   Bareskrim Polri Tetapkan Bupati Nganjuk Sebagai Tersangka

Keempat tersangka tersebut pada Selasa 12 April 2016 lalu telah dilimpahkan Polda Sumsel ke Kejati Sumsel, dan kini keempatnya sudah menjadi terpidana usai divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kelas I A Palembang.

Bahkan dalam dugaan kasus ini ‘JA’ sudah diperiksa sebagai saksi selama dua hari berturut-turut di Polda Sumsel yakni, Kamis 25 Agustus 2016 dan Jumat 26 Agustus 2016 ‘JA’. Kemudian setelah ditetapkan sebagai tersangka, selama dua hari berturut-turut yakni, Senin 19 September 2016 dan Selasa 20 September 2016 ‘JA’ juga telah menjalani pemeriksaan penyidik dengan status tersangkanya.

Usai menjalani pemeriksaan, saat itu ‘JA’ mengungkapkan, jika dirinya akan mematuhi prosedur hukum terkait dugaan kasus yang kini menjeratnya.

“Saya mematuhi prosedur hukum dan saya sudah dimintai keterangan, serta saya sudah berikan keterangan itu kepada penyidik,” ujar ‘JA’ waktu itu. (ded)

Publisher : Decky Canser

Lihat Juga

Perahu Motor Los Kontak Tujuan Sulsel Berhasil Ditemukan

Palu, KoranSN Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan/Basarnas Palu mengatakan perahu motor Hercules yang berlayar dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.