Berkas Perkara Tiga Tersangka PT HT Dilimpahkan

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova
Palembang, SN

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova, Rabu (30/9) mengatakan, berkas perkara tiga tersangka dari PT HT yang merupakan tersangka kasus dugaan perusahaan pembakaran lahan saat ini telah dilimpahkan Polda Sumsel ke kejaksaan untuk dilakukan pemeriksaan kelengkapan berkas.

Menurut Djarod, berdasarkan nomor laporan: LP-A/219/IX/2015/Ditreskrimsus Polda Sumsel di PT HT tiga tersangka telah ditetapkan, mereka berinisial ‘M’ (mandor kebun), ‘E’ (Petani Plasma), dan ‘PP’ (Direksi).

Bahkan selain berkas perkara tersangka di PT HT, hasil dari penyelidikan dan penyidikan terdapat berkas lima tersangka dari kasus dugaan pembakaran lahan perorangan yang saat ini juga telah dilimpahkan ke jaksa.

Dimana berdasarkan nomor laporan (LP) kepolisian kelima tersangka tersebut yakni, tersangka ‘IS’,’SU’,’SM’, dengan nomor laporan: LP-A/09/IX/2015/Res Muba. Lalu, untuk tersangka ‘SAM’ dengan nomor laporan: LB-B/157/IX/2015/Res Muba, serta untuk tersangka ‘AR’ dengan nomor laporan: LP-A/143/IX/2015/Res Mura.

“Jadi, untuk berkas perkara tiga tersangka dari PT HT dan lima tersangka dari perorangan telah dilimpahkan penyidik (tahap pertama). Berkas perkara saat ini sedang diperiksa kelengkapannya oleh jaksa, apabila nanti jaksa menilai berkas masih ada kekurangan (P19) maka penyidik akan kembali melengkapinya sesuai petunjuk dari jaksa. Tapi jika berkas dinyatakan lengkap (P21), maka kita akan melakukan pelimpahan tersangka dan barang buktinya ke jakasa (tahap dua),” kata Djarod.

Baca Juga :   Saksi Bank Sumsel Babel Secara Bergilir Akan Dihadirkan Disidang Dugaan Korupsi Kredit Rugikan Negara Rp 13 M Lebih

Masih dikatakan Djarod, sedangkan untuk berkas perkara PT RPP dengan tersangka ‘P’ saat ini masih dilengkapi penyidik Polres OKI. Jika nanti penyidik menilai berkas telah lengkap barulah  berkas perkara tersangka PT RPP juga dilimpahkan ke jaksa untuk diteliti (tahap pertama).

“Dalam kasus dugaan kebakaran lahan ini Polda Sumsel telah menetapkan 30 tersangka yang terdiri dari, 26 tersangka dari perorangan dan empat tersangka dari PT HT dan PT RPP. Selain itu, 17 perusahaan perkebunan di Sumsel saat ini sedang diperiksa penyidik, delapan perusahaan kini ditahap penyelidikan dan sembilan perusahaan ditahap penyidikan. Untuk perusahaan ditahap penyidikan saat ini baru perusahaan PT HT dan PT RPP yang ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan. Sementara untuk perusahaan lainnya kini penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” paparnya.

Baca Juga :   Technical Delegate Cabor Sepak Takraw Juga Diperiksa Kejati dalam Penyidikan Dugaan Korupsi KONI Sumsel 2021

Dilanjutkan Djarod, dari 30 tersangka yang merupakan perorangan dan dari perusahaan tersebut memang saat ini hanya 20 tersangka yang dilakukan penahanan. Untuk 10 tersangka lainnya tidak ditahan karena ke-10 tersangka tersebut, mayoritas merupakan anak dibawah umur dan berstatus pelajar SMP.

Diketahui sebelumnya Djarod telah mengungkapkan, untuk 20 tersangka yang dilakukan penahanan terdiri dari 16 tersangka merupakan perorangan, dan empat tersangka dari PT HT dan RPP.

Untuk 16 tersangka perorangan, tiga tersangka ditahan di Polres Muba, tiga tersangka ditahan di Polres Banyuasin, satu tersangka ditahan di Polres OKU, dan sembilan tersangka ditahan di Polres Mura.

“Sedangkan untuk empat tersangka dari perusahaan, tiga tersangka ditahan di Polda Sumsel berinisial ‘M’, ‘E’, ‘PP’ dari PT HT, untuk tersangka berinisial ‘P’ dari PT RPP ditahan di Polres OKI,” tandasnya. (ded)





Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Dugaan Korupsi KONI Sumsel 2021, Sri Sulastri: Jangan Ada Kepentingan Politik!

Palembang, KoranSN Pengamat Hukum Sumsel, Dr Hj Sri Sulastri SH MHum, Jumat (2/6/2023) berharap, jangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!