
PALI, SN
Warga Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI akhir-akhir terus waspada. Pasalnya hampir setiap hari, warga melihat beruang hitam di perkebunan karet warga.
Menurut warga setempat beruang berbulu hitam pekat itu, setiap harinya keluar untuk mencari makanan serta melindungi anaknya yang baru lahir.
“Beruang itu warna hitam, besarnya seperti kambing dan selalu diiringi anaknya, terakhir saya melihat beruang itu sekitar pukul 07.00 Jumat kemarin (21/8) saat saya sedang menyadap pohon karet,” kata Aswandi, warga Desa Muara Ikan, ketika dikonfirmasi via telpon Selasa (24/8).
Selain Aswandi, ada beberapa Desa Muara Ikan juga sering melihat beruang hitam di dekat permukiman penduduk tepatnya di kebun karet warga. Bahkan mereka memanjat pohon atau sembunyi karena takut diterkam binatang buas itu.
“Beruang itu kalau lagi beranak sering ngamuk jadi kami bersembunyi ketika melihatnya. Tahun lalu (2014), warga kami diserang beruang dan mengalami luka yang serius,” ungkap Aswandi.
Ditambahkan, Kades Muara Ikan, Pausi, mengatakan berkeliaran binatang yang dilindungi itu masuk ke dalam perkebunan karet membuat warga selalu berhati-hati agar tak diserang binatang buas itu.
“Banyak warga yang melapor melihat beruang hitam itu, tapi saya larang warga memburu beruang itu, kalau beruang menerkam warga apa boleh buat, warga juga pasti melakukan perlawanan,” kata Pausi.
Dengan kondisi saat ini, lanjut Pausi, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Selatan dan instansi yang terkait lainnya untuk turun ke Desa Muara Ikan mengatasi beruang berkeliaran.
“Kami minta BKSDA dan instansi yang terkait untuk mengatasi beruang berkeliaran. Jangan sampai korban yang ditikam beruang liar itu,” jelas Fausi. (ans)


