BHL PT Perkebunan Mitra Ogan Segel Portal Kebun





Portal yang dipasang berdampak lumpuhnya aktifitas perusahaan. (foto-istimewa)

Baturaja, KoranSN

Ratusan Buruh Harian Lepas (BHL) PT Perkebunan Mitra Ogan Cabang Semidang Aji Ogan Komering Ulu (OKU) menyegel portal pintu utama kebun kelapa sawit di Desa Keban agung Kecamatan Semidang Aji, hingga berdampak lumpuhnya aktifitas perusahaan penghasil 500 ton TBS/bulan ini, Selasa (24/7/2018).

Aksi ini sebagai bentuk protes BHL, setelah upah mereka belum juga dibayar perusahaan.

“Upah kami biasanya dibayar dua kali sebulan, dengan hitungan setiap tanggal 15 dan tanggal 30. Upah untuk bulan Juni hingga sekarang belum dibayarkan oleh perusahaan, hingga kami terpaksa menutup akses jalan masuk ke pabrik,” kata Koordinator Aksi (Korak) M. Keroem.

Diakui Kroem, tidak semua karyawan dilarang masuk kedalam perusahaan, seperti manager, asisten kepala, bagian administrasi, kasir, SDM dan bagian tata usaha boleh masuk area perusahaan, pertimbanganya karena merekalah yang akan mengurus gaji buruh yang belum dibayar.

Baca Juga :   Hari Pertama Pergub 23 Tahun 2012 Dicabut, Jalan Umum Langsung Sepi dari Truk Batubara

“Buah jalan terus, tidak pernah stop atau mengalami kendala, tapi kok gaji kami tidak keluar, lalu masalahnya dimana,” tukas Kroem.

Terpisah, Site Manager PT Mitra Ogan Khairul Aman yang dikonfirmasi membenarkan jika ada sebagian upah BHL yang belum dibayarkan, namun Khairul membantah jika upah pemanen belum dibayar.

“Gaji pemanen dan buruh angkut sudah semua terhitung periode 1 sampai dengan 15 bulan Juni, hanya keamanan dan buruh tebas memang belum dibayarkan upahnya,” kata Khairul.

Dia menjelaskan, belum dibayarkannya sebagian gaji BHL ini, karena masalah finansial perusahaan, ini juga diperparah dengan turunnya harga jual sawit di pasaran. Jika sebelumnya harga sawit berada pada kisaran Rp 1600 per kilogramnya kini hanya Rp 1100 perkilogram.

Baca Juga :   Jaring ASN Berkualitas, Terapkan Sistem Merit

“Jadi, harga sudah murah, ditambah lagi BHL menyetop aktifitas panen sawit, jadi lebih mempersulit keadaan, tapi semua akan ada solusinya, kita sudah sepakat akan membayarkan upah BHL, tapi kami minta waktu agar BHL bersabar karena uang yang akan dikeluarkan harus sesuai prosedur, sehingga tidak bisa dicairkan dalam waktu singkat,” jelas Khairul. (had)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Jampidsus RI Memberikan Peringkat Nomor 1 Kepada Kejari Lubuklinggau

Lubuklinggau, KoranSN Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, mendapat penghargaan Peringkat Nomor 1 kategori Kejaksaan Negeri Kelas IA …

error: Content is protected !!