Biasa Menenggelamkan, Menteri Susi Kini Ditenggelamkan



Sebelumnya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto memperkenalkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu 10 Januari 2018. KRI I Gusti Ngurah Rai-332 adalah kapal perang kedua dari empat kapal yang telah dipesan berdasarkan renstra kedua 2014-2019.

Sementara soal pemilihan nama I Gusti Ngurah Rai, Hadi mengatakan nama tersebut mengambil semangat juang tokoh asal Bali itu, agar menjadi spirit bagi prajurit Angkatan Laut yang akan mengoperasionalkan KRI tersebut.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 merupakan kapal perusak kawal rudal yang mampu membawa 120 kru dengan kecepatan 28 knots. Kapal ini memiliki kemampuan untuk perang empat matra sekaligus yakni perang permukaan sesama kapal perang, perang bawah air melawan kapal selam, perang udara dengan pesawat tempur dan perang elektonika.

Baca Juga :   Positif COVID-19 Bertambah 1.942, Sembuh 2.088 Orang

Kecanggihan lain kapal ini adalah memiliki kemampuan membajak sistem persenjataan dan kendali dari kapal perang musuh. Kapal jenis Sigma 10514 ini memiliki spesifikasi panjang 105,11 meter, lebar 14,02 meter, draf termasuk sonar 5,73 meter dengan bobot penuh 3.216 ton.

Adapun persenjataan yang dimiliki KRI I Gusti Ngurah Rai-332 antara lain meriam utama OTO Melara 76/62 milimeter super rapid gun, rudal SSM Exocet MM40 Block 3 yang jarak jangkauannya bisa sejauh 180-200 kilometer dan juga memiliki rudal SAM AntiSerangan Udara Mica yang dirancang bisa dioperasikan dalam waktu singkat di segala cuaca, serta memiliki jangkauan 20-25 kilometer dan dilengkapi dengan Terma SKWS Decoy Launching System.

Baca Juga :   Wapres: Tes Cepat COVID-19 Bisa Dilakukan dari Pintu ke Pintu

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 memiliki sistem persenjataan lainnya yakni, torpedo AKS A-244S yang merupakan torpedo jenis ringan berpandu yang memiliki kemampuan khusus untuk mengincar sasaran di perairan laut dangkal dan Meriam Close In Weapon System (CIWS) Millenium Gun 35 milimeter yang berfungsi menangkis serangan udara dan ancaman permukaan jarak dekat. KRI ini juga memiliki mode siluman atau stealth agar tak mudah terdeteksi. (viva.co.id)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kementerian BUMN Ajak Masyarakat Cintai dan Beli Produk UMKM Lokal

Jakarta, KoranSN Kementerian Badan Usaha Milik Negara mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dengan membeli dan …