Biaya Haji Naik Jadi Rp 35 Juta, Pelayanan Jemaah Ditingkatkan

Komisi VIII bersama Kemenag menggelar rapat soal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji. (foto-net/detiknews.com)

Jakarta, KoranSN

Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Agama sepakat menaikkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2018 menjadi Rp 35 juta. Kenaikan biaya haji akan diikuti peningkatan fasilitas pelayanan calon jemaah.

Ketua Panja BPIH, Noor Achmad mengatakan peningkatan biaya haji akan diikuti dengan penambahan penyediaan jumlah makanan bagi para jemaah. Jemaah akan diberikan makan 41 kali selama di Mekkah dan 18 kali selama di Madinah.

“Jumlah makan jemaah di Makkah ditambah menjadi 40 kali di Mekkah, meningkat dari tahun lalu yang hanya 25 kali dan 18 kali di Madinah juga menyediakan tambahan snack pagi di tempat tinggal di Mekkah. Jemaah berada di Mekkah selama 41 hari,” ujar Noor Achmad di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Tak hanya mendapat makanan lebih, para jemaah juga akan diberikan fasilitas yang memadai saat berada di Mina. Salah satunya dengan penambahan fasilitas toilet portable.

“Peningkatan fasilitas di Armina di antaranya peningkatan kuantitas dan kuakitas alat pendingin di tenda Arafah, tambahan toilet portable di Mina, dan penambahan space untuk jemaah di Mina,” tuturnya.

Sarana transportasi untuk menuju Mina pun ditingkatkan. Ada peningkatan pada kualitas bus yang membawa jemaah ke Mina.

“Meningkatkan pelayanan kualitas atau upgrade bus menuju Armina. Kualitas pelayanan transportasi antar kota perhajuan dan transportasi shalawat dengan kapasitas 450 orang per-bus,” sebutnya.

Peningkatan fasilitas yang didapat para jemaah haji di tahun 2018 secara rinci sebagai berikut: Sistem sewa tempat tinggal di Madinah menggunakan sistem full musim dan blocking time. Sistem tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya menggunakan sistem blocking time sesuai dengan waktu kedatangan jemaah. 2, Alokasi kuota petugas haji Indonesia tahun 2018 sesuai dengan ketersediaan barcode adalah sebanyak 4100 orang. 3, Jumlah makan jemaah di Mekkah ditambah dari 25 kali menjadi 40 kali dan 18 kali di Madinah plus makanan ringan selama berada di penginapan. 4, Merekrut tenaga pengawas profesional di bidang makanan, ahli gizi, dan sanitarian dari instansi yang memiliki keahlian dalam bidang tersebut. 5, Peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas di Armina di antaranya penambahan alat pendingin di tenda Arafah, penambahan toilet portable di Mina, dan penambahan ruang bagi jemaah di Mina. 6, Penambahan kualitas pelayanan bus antar kota perhajian dengan kapasitas 450 orang per-bus. 7, Peningkatakan koper dan tas kabin. 8, Peningkatan pelayanan fasilitas penerbangan, baik sarana dan prasarana bagi jemaah. 9, Waktu tinggal jemaah di Mekkah selama 41 hari. (detik.com)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Lakukan Optimalisasi Sistem Pelaporan dan Pembaruan Legalitas PPNS

Jakarta, KoranSN Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan melalui Divisi Keimigrasian menunjukkan komitmen …

error: Content is protected !!