Biji Karet Disulap Jadi Makanan Bermutu

Kepala Disperindagkop Muratara H Syamsu Anwar foto bersama peserta bimtek. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Disperindagkop menggelar pelatihan pengelolaan biji karet ‘disulap’ menjadi makanan yang bermutu seperti tempe, bolu dan dadar gulung. Bahkan dipastikan makanan itu aman tidak beracun karena telah melalui proses.

“Awalnya kami juga ragu. Tapi setelah dipelajari dan diolah dengan teliti bahkan di makan,alhamdulillah tidak ada gejolak kesehatan,” ungkap Kepala Disperindagkop Muratara Syamsu Anwar didampingi Kabid Industri Safawi Ar, saat menghadiri pelatihan rumah tangga yang digelar oleh Disperindagkop, Kamis (9/11/2017).

Ia menjelaskan, bahan Biji karet tersebut bisa dikelola menjadi makanan bermutu seperti kue bolu, dadar gulung bahkan tempe. Dengan pengelolaan yang cermat dan teliti supaya tidak mengganggu kesehatan bagi yang mengkonsumsi.

“Nanti untuk lebelnya kami akan berkoordinasi dengan MUI bahkan POM, supaya untuk yang mengkonsumsi makanan itu tidak ragu apa lagi takut, sebab sudah menjadi makanan enak dan tidak ditakuti lagi,” ujarnya.

Syamsu mengungkapkan, stok biji karet di Muratara sangat banyak, sebab masyarakat masih banyak menyadap karet, bahkan mereka mewacanakan untuk membuat gudang stok biji karet.

“Kita melihat selama ini biji karet itu hanya sia-sia. Setelah dilakukan proses ternyata memiliki nilai untuk dijual dipasaran,” ungkapnya.

Baca Juga :   Warung Seblak Dadaan Sunda Jajanan Khas Sunda Paling Enak di Lahat

Sedangkan, Kepala Bidang (Kabid) Industri pada disperindagkop Muratara Safwi AR mengatakan, pelatihan rumah tangga yang digelar berupa pengolahan makanan bolu, tempe, tahu, dadar gulung dll dari bahan biji karet dengan tujuan untuk menunjang ekonomi rumah tangga.

”Supaya masyarakat itu lebih senang menanam karet, selain getahnya dijual, bijinya juga bisa dimanfaatkan sebagai makanan,” terangnya.

Selain itu katanya, kegiatan ini juga mendukung Visi misi Bupati Muratara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Pesertanya dari 7 kecamatan yang ada di Kabupaten Muratara.

Sementara, nara sumber kegiatan Ririn Novita dari Universitas Musi Rawas (Unmura) mengatakan, proses pembuatan makanan dari bahan baku biji karet sangat panjang, karena racun atau zat memabukan yang terdapat dari biji karet harus dihilangkan, sehingga makanan tersebut aman untuk dikonsumsi.

“Di sini kita menjelaskan bagaimana cara menghilangkan racun didalam biji karet, dan hal ini memang memakan waktu yang sedikit lama. Pertama biji karet harus dipisahkan dari cangkang, lalu dibelah terus direbus selama 45 menit.

Langkah selanjutnya melakukan perendaman selama dua hari dua malam, namun setiap enam jam sekali air rendaman tersebut harus diganti, kemudian dijemur kurang lebih satu hari. Namun untuk membuat tempe tidak dijemur melainkan dikukus lalau ditabur ragi tempe,” paparnya.

Baca Juga :   Pemkab Empat Lawang Kerjasama dengan UGM

Ririn menjelaskan jika selama ini masyarakat banyak yang tidak tahu jika kandungan di dalam biji karet tersebut sangat baik bagi manusia jika dikonsumsi

“Setelah dilakukan penelitian, kita mendapatkan hasil jika protein yang ada didalam biji karet sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari kedelai. Maka dari itu keberadaan biji karet di Muratara kita manfaatkan sebaik mungkin,” jelasnya.

Ririn melanjutkan, sebelumnya, pengelolaan makanan dari bahan biji karet sudah pernah dilakukan di Provinsi Bengkulu, namun makanan yang dibuat tidak sama dengan apa yang dibuat di Muratara.

“Di Bengkulu biji karet juga di olah menjadi makanan, tapi mereka membuat emping. Jadi makanan yang akan kita olah di sini seperti tempe, bolu, dan dadar gulung merupakan produk baru,” pungkasnya. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Infrastruktur dan SDM Masih Kendala Pembelajaran Daring

Lahat, KoranSN Sosialisasi dan kunjungan kerja Dewan Pendidikan Sumatera Selatan ke tiga wilayah kabupaten yaitu …