Billy Jual Senpi Illegal Untuk Tebus Biaya Persalinan

DIAMANKAN – Tersangka Billy (tengah) saat diamankan petugas di Polsek SU I Palembang. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Bingung, lantaran tak punya biaya untuk menebus persalinan sang isteri di rumah sakit membuat Billy (28), Rabu malam (22/11/2017) nekat mencari dana dengan menjadi pelantara penjualan senjata api (Senpi) illegal kepada seorang pemesan.
Namun, usaha Billy ini harus mengantarkannya ke balik jeruji besi Polsek SU I Palembang,setelah transaksi penjualan Senpi illegal yang dilakukannya terlebih dahulu diketahui polisi yang sedang melakukan penyamaran.

Akibatnya, seorang ayah yang tinggal di Panca Usaha Lorong Parlopa Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I ini bukan hanya tak bisa menebus persalinan sang isteri, melainkan juga tak bisa melihat bayinya dalam waktu yang cukup lama lantaran harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik tembok penjara.

Dalam gelar ungkap kasus, Kamis (23/11/2017) di halaman Polsek SU I, tersangka Billy menerangkan, ketika dilanda kebingungan akan biaya persalinan isterinya, tiba-tiba ia didatangi rekannya yang meminta tolong agar mengantarkan Senpi illegal jenis FN kepada pemesan. Jika transaksi berhasil dilakukan Billy maka ia akan mendapatkan upah yang nominalnya lumayan untuk menebus biaya rumah sakit.

Baca Juga :   Berawal Dari Medsos, Pelajar 16 Tahun Dicabuli Kenalannya

“Saya ditangkap polisi saat sedang menunggu pembeli Senpi di depan sebuah lorong di kawasan Kelurahan 7 Ulu Kecamatan SU I Palembang. Saya tidak tahu jika gerak-gerik saya dibuntuti polisi, tiba-tiba saja saya langsung disergap dan kedua tangan saya langsung diborgol,” katanya.

Dijelaskannya, jika dirinya baru pertama kali ini menjadi kurir penjualan Senpi illegal dan itu pun dilakukannya lantaran dirinya sedang kepepet butuh uang.

“Sumpah Pak! Saya tahu Senpi ini illegal tapi saya saat itu sangat butuh uang, makanya saya nekat melakukan itu. Senpi FN itu bukan punya saya tapi punya ‘LV’ (DPO), saya disuruhnya menjual FN itu seharga Rp 5 juta kepada seorang pemesan di 7 Ulu. Jika berhasil, saya dapat upah sebesar Rp 700 ribu,” terang lelaki yang baru saja memilik bayi ini.

Masih kata lelaki yang kesehariannya sebagai pedagang eletronilk keliling ini, jika biaya persalinan isterinya sangat mahal sehingga membuatnya tak mampu untuk membayar ke pihak rumah sakit.

“Saya butuh uang Rp 500 ribu, untuk mengeluarkan anak saya dari rumah sakit setelah isteri saya melahirkan,” ungkapnya.
Kapolsek SU I, Kompol Mayestika Hidayat didampingi Kanit Reskrim, Ipda Alkap menjelaskan, penangkapan tersangka bermula ketika pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait akan adanya transaksi jual beli Senpi illegal.

Baca Juga :   KPK Eksekusi Erwin Sya'af Arief ke Lapas Cipinang

Berangkat dari informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga menemukan titik terang keberadaan tersangka yang diduga hendak mengarah untuk mengantarkan Senpi pesanan.

“Saat melihat tersangka, kita langsung membuntutinya. Ketika tersangka menepi di lokasi kejadian, kita langsung menyergapnya dan melakukan penggeledahan. Hasilnya, kita menemukan Senpi illegal yang disembunyikan tersangka di balik punggungnya. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan UU Darurat tentang kepemilikan senjata api illegal,” tandasnya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejati Layangkan Pemanggilan Ketiga Mantan Kakanwil Kemenag Sumut

Medan, KoranSN Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) segera melayangkan pemanggilan yang ketiga …