Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Gema Sriwijaya / Banyuasin / BKSDA Sumsel Evakuasi Penyu Hijau yang Terdampar

BKSDA Sumsel Evakuasi Penyu Hijau yang Terdampar

Penyu Hijau saat dinaikan dari perairan untuk di bawa ke BKSDA Sumsel. (foto/Siryanto)
Penyu Hijau saat dinaikan dari perairan untuk di bawa ke BKSDA Sumsel. (foto/Siryanto)

Banyuasin, KoranSN

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, mengevakuasi Penyu Hijau dengan nama latin Chelonia Mydas, Rabu (2/11/2016), dari parit di kebun Jito (48), warga RT 04 dusun 2 Desa Sako Makmur Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, sekitar pukul 15 00 WIB.

Kasi Analis Data Pengawetan dan Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar BKSDA Sumsel, Doni Priana Muslihat, memprediksi Penyu Hijau yang terdampar di perairan Banyuasin tepatnya di Desa Sako Makmur Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin sudah beradaptasi dengan kondisi air payau.

Dikatakannya, Penyu Hijau umumnya hidup dan berkembang biak di seluruh perairan Bangka Belitung.

“Namun, kejadian ini bisa terjadi karena menurut Kades Sako Makmur, Penyu dibawa langsung oleh air pasang laut dan menyesuaikan diri di perairan ini,” kata Doni.

Masih dikatakan Doni, Penyu Hijau sendiri satu satunya Penyu terbesar dari seluruh jenis Penyu.

“Kedepan penyu tersebut akan dilepas ke laut. Kalau arahan kepala Balai Penyu tersebut diserahkan ke seksi berbak Taman Nasional (TN) Sembilang Sumsel,” ungkapnya.

Baca Juga :   Bertekad Memajukan Pendidikan

Menurut Doni, kriteria binatang dilindungi ada beberapa kriteria salah satunya karena endemik, terancam punah, perkembang biakannya sedikit, susah berkembang biak, terutama diburu.

“Untuk jenis Penyu Hijau jumlahnya sudah menurun saking drastisnya akibat diburu. Begitu juga untuk telur Penyu Hijau sudah banyak diambil dan dijual belikan sehingga semakin lama semakin berkurang tidak menutup kemungkinan lama-lama punah,” jelas Doni.

Lebih jauh Doni menjelaskan, untuk habitat Penyu Hijau di Sumsel tidak tahu persis di kepulauan mana. “Tetapi di kepulauan Bangka Belitung memang disana habitatnya,” ujarnya.

“Kemungkinan berpindahnya Penyu Hijau tersebut, saat terjadi air pasang laut, penyunya masuk dalam sungai, kemudian ketemu air payau yang cocok di sini akhirnya sampai di sini kemudian ditemukan pak Jito,” pungkasnya.

Sebelumnya Jito (48) Warga RT 04 dusun 2 Desa Sako Makmur Kecamatan Sembawa Banyuasin menyelamatkan seekor penyu raksasa berdiameter hampir 1 meter persegi dengan berat hampir 80 Kg yang terdampar di parit kebun plasma desa setempat saat sedang berjalan diatas tanggul parit.

Baca Juga :   PNS di Banyuasin Diperiksa KPK, Kasus OTT Bupati Yan Anton

Penyu dilindungi, jenisnya Chelonia mydas (penyu hijau) tersebut berhasil dipindahkan dari parit kecil ke dalam kolam sementara.

Dikatakan Jito, perkiraan sementara, penyu tersebut terdampar atau melarikan diri dari perkelahian dengan buaya, pasalnya parit induk galian SKK Sepitis perbatasan Desa Sako Makmur dan Desa Limbang Mulya Kecamatan Sembawa terkenal akan habitat reptil buaya.

“Ada luka dibagian sayap atau bagian kulit Penyu bekas serangan buaya, tetapi tak menimbulkaan pendarahan,” ujarnya.

“Dibutuhkan 4 orang saat evakuasi dari parit ke daratan karena penyu tersebut memiliki beban diatas 70 Kg. Kalau dinaikan angkong gak muat angkongnya. Kalau diagkat orang satu apa lagi butuh minimal orang tua dewasa untuk memindahkan penyu raksasa tersebut,” tambah Jito. (sir)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Pemuda IKM Juara Serasan Soccer League Festival 2019

Muara Enim, KoranSN Klub sepakbola Pemuda Ikatan Keluarga Minang (IKM) berhasil menyabet Juara Pertama pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.