BNN Mulanya Terima Info Ganja 1,2 Ton





BNN Mulanya Terima Info Ganja 1,2 Ton
Kayuagung,KoranSN
Badan Narkotika Nasional (BNN) mulanya menerima informasi ada truk mengangkut 1,2 ton ganja kering dari Aceh. Namun saat diperiksa di kantor BNN, ganja tersebut ternyata hanya 860 Kg.

Demikian pengakuan anggota BBN yakni Eko M Yulianto dan Marudud RL saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan di PN Kayuagung dengan terdakwa Adi Putra (58), Abdul Muthalib (45), warga Dusun Suka Damai Desa Seuneubok Punti Kecamatan Peureulak Timur Kabupaten Aceh Timur, Rabu (6/4/2016).

Sidang kemarin dipimpin Aline SH dan hakim anggota Lina Safitr Tazili dan Resa. Saksi Eko M Yulianto menerangkan, ia dan 8 anggota BNN lainnya diperintahkan pimpinan untuk menghadang truk fuso BM 8802 AB warna coklat membawa ganja dengan jumlah besar.

“Informasi adanya truk mengangkut ganja diterima BNN sehari sebelum penangkapan,”kata Eko di hadapan para Majelis Hakim dan JPU Sholahudin SH.Menurutnya, penghadangan dan penangkapan truk dilakukan di Terminal Jembatan Timbang Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI.

Baca Juga :   Hari Ini, KPU OKI Rekrut 14 Tenaga Pendukung

Sambungnya, saat mengetahui truk yang diincar melintas, para anggota BNN memyuruh sopir dan kernet yang dalam persidangan menjadi terdakwa turun dari truk.
Penggeledahan truk disaksikan Kadus dan hasilnya, ada ganja disimpan di flatfon belakang truk. Saat itu jumlah ganja tak dihitung, penghitungan dilakukan di kantor BNN. Usai mendengarkan keterangan saksi sidang dilanjutkan pekan depan.

Diketahui, kedua terdakwa membawa ganja 860 Kg dengan upah Rp 30 juta dari Aceh menuju Jakarta. Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, Junto Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga :   Ketua DWP Sumsel Suntik Semangat DWP OKI di Tengah Pandemi

“Terdakwa terancam hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,”ungkap JPU.
Pengakuan kedua terdakwa, ganja milik Salam (DPO) yang merupakan warga Aceh, mereka disuruh mengantarkan ke Jakarta dengan upah Rp 30 juta yang telah dibayar lunas secara berangsur. (iso)





Publisher : Alwin

Lihat Juga

54 Titik Rawan Karhutla, OKI Siaga Dini

Kayuagung, KoranSN Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memproyeksi Indonesia akan mengalami El Nino lemah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!