BNN Temukan Ladang Ganja 1 Hektare di Muratara







Kepala BNN Kota Lubuklinggau saat menggelar ungkap kasus penemuan ladang ganja. (Foto-Rifat/KoranSN)

Muratara, KoranSN

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau, Kamis (25/10/2018) menemukan ladang ganja seluas kurang lebih 1 hektare di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tepatnya di Desa Sukaraja Kecamatan Karang Jaya.

Terbongkarnya ladang ganja tersebut setelah BNN menangkap tersangka Mustaraman alias Motel (39), di Kelurahan Pasar Satelit Kota Lubuklinggau. Dari tangan tersangka yang merupakan warga Desa Rantau Telang Kecamatan Karang Jaya Muratara itu, petugas BNN mengamankan 23 paket kecil ganja kering dan paket sedang ganja kering.

Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho mengatakan, dalam penangkapan terhadap tersangka Motel ini petugas BNN melakukan tindakan tegas dengan menembak kaki sebelah kanan tersangka, ini dilakukan karena tersangka berusaha kabur saat ditangkap. Apalagi sebelumnya tersangka ini pernah ditangkap BNN Lubuklinggau. Namun kabur melarikan diri dengan merusak jeruji besi sel tahanan BNN Lubuklinggau.

“Tahun ini sudah ditangkap kembali dengan kasus yang sama yaitu kepemilikan masalah ganja. Usai ditangkap, tersangka Mustaraman alias Motel ini mengaku ganja tersebut dibeli dari seseorang bernama Hud (60) warga Desa Sukaraja Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara,” kata Kepala BNN Kota Lubuklinggau didampingi Danki I Pelopor, Iptu Antoni Wijaya dan Kasi Pemberantasan BNN, Iptu Sukirman saat menggelar jumpa pers di halaman Kantor Polsek Jarang Jaya.

Baca Juga :   Diusung Demokrat, PBB dan PPP, Ishak-Yudha Deklarasikan Diri

Usai mendapat keterangan dari tersangka tersebut, pihaknya melakukan penangkapan terhadap Hud dan berhasil menyita barang bukti berupa satu kantong daun ganja siap jual.

Tampak batang ganja yang diamankan BNN dari ladang ganja yang ditemukan di Desa Sukaraja.

“Setelah mendapat keterangan dari tersangka Hud, ternyata ganja tersebut berasal dari ladang yang berada di Desa Sukaraja Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara,” jelasnya.

Dari pengakuan tersangka Hud inilah lanjutnya, petugas BNNK Lubuklinggau bersama Resmob Datasemen B Petanang Lubuklinggau langsung menuju ladang tersebut yang lokasinya berada jauh dari perkampungan. Setiba di lokasi petugas pun menemukan ladang ganja tersebut.

Baca Juga :   Timsus Bekuk Bandar dan Kurir Sabu di Palembang

“Luasnya lebih kurang 1 hektare, tapi sudah dipanen sekitar setengah hektar, di sana juga ada pondok untuk menunggu ladang. Di pondok ini juga ditemukan satu pucuk senjata api rakitan jenis kecepek dan misiu. Diduga senjata api tersebut untuk berjaga-jaga di lokasi ladang ganja. Misalnya ada orang masuk, tidak dikenal, bisa dimanfaatkan, digunakan sebagai alat pengaman mereka,” terangnya.

Masih dikatakannya, dari lokasi ladang ganja tersebut pihaknya menyita 525 batang ganja serta satu pucuk senjata api rakitan, satu buah timbangan dan satu paket ganja kering. Diduga ganja yang diamankan dari ladang ganja tersebut akan diedarkan atau dijual di Lubuklinggau, Muratara, Mura, Jambi dan Bengkulu.

“Kita berkomiten narkotika jenis ganja ini musuh kita bersama. Kita berupaya semaksimal mungkin minta bantuan masyarakat dan informasi masyarakat. Sedangkan untuk dua tersangka yang tertangkap disangkakan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2019 dengan ancaman kurungan penjara selama 5 tahun atau sampai seumur hidup,” tegasnya. (snd/rif)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejati Sumsel Masih Agendakan Pemanggilan Para Saksi Dugaan Korupsi Izin Perkebunan

Palembang, KoranSN Kejati Sumsel kedepannya masih akan mengagendakan pemanggilan para saksi guna dilakukan pemeriksaan dalam …

error: Content is protected !!