Bocah 3 Tahun Tewas Usai Masuk ke Lubang Paku Bumi Sedalam 32 Meter di Pelabuhan Tanjung Api-api





Tim Basarnas Palembang saat mengevakuasi korban. (foto-basarnas palembang)

Palembang, KoranSN

Malang dialami seorang bocah laki-laki berusia 3 tahun, warga Pangkal Pinang Bangka Belitung. Korban tewas, Rabu sore (11/7/2019) usai masuk ke dalam lubang paku bumi sedalam 32 meter yang berada di area Pelabuhan Tanjung Api-api.

Kepala Basarnas Palembang, Berty DY Kowas melalui Kasi Operasi, Benteng Telau mengatakan, korban meninggal dunia di rumah sakit setelah berhasil dievakuasi Tim Basarnas Palembang dari dalam lubang paku bumi.

“Kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Kami yang mendapatkan informasi pristiwa tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian, kemudian mengevakuasi korban dari dalam lubang paku bumi sedalam 32 meter yang ada di area Pelabuhan Tanjung Api-api,” katanya.

Masih dikatakannya, usai dievakuasi korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun saat tiba di rumah sakit korban meninggal dunia.

“Jenazah korban langsung dibawa korban ke rumah duka di Pangkal Pinang Bangka Belitung,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, kejadian yang menewaskan koban bermula saat korban bersama orang tuanya dan pemannya mendatangi Pelabuhan Tanjung Api-api untuk menyeberang ke Bangka dengan menumpangi kapal.

“Setiba di pelabuhan tersebut, ternyata kapal yang hendak ditumpangi belum datang. Sehingga korban bersama keluarganya menunggu di kawasan Pelabuhan Tanjung Api-api ini. Nah, disaat menunggu kapal inilah korban dan pamannya bermain di sekitar lubang tersebut hingga mengakibatkan korban terjatuh ke dalam lubang paku bumi tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kejati Tegaskan BPKP Berwenang Audit Kerugian Negara Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel yang Rugikan Negara Rp 13 Miliar Lebih

Dilanjutkannya, dalam evakuasi korban Team Rescue Basarnas Palembang mengeluarkan korban yang berada di dalam lubang menggunakan besi yang dikaitan dengan tali, hingga akhirnya korban berhasil dievakuasi dari dalam lubang.

“Ketika itu memang kondisi korban tidak sadarkan diri lalu petugas membawa korban ke rumah sakit menggunakan ambulance guna dilakukan tindakan medis lebih lanjut. Namun saat tiba di rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong,” pungkasnya. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejati Sumsel Terus Perdalam Penyidikan Dugaan Kasus Korupsi Aktivitas Tambang Batu Bara

Palembang, KoranSN Tim Jaksa Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel terus memperdalam penyidikan dugaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!