Bos Abu Tours dan Pimpinan Cabang Palembang Segera Diperiksa Polda Sumsel

Tampak suasana Kantor Abu Tours Cabang Palembang yang masih terpasang garis police line. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro, Rabu (28/2/2018) menegaskan, jika pihaknya akan segera memeriksa bos Abu Tours dan Pimpinan Abu Tours Cabang Palembang.

Menurut Suwandi, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk kepentingan penyelidikan dalam dugaan kasus penipuan keberangkatan calon jamaah umroh.

“Bos Abu Tours bernama Muhammad Hamzah Mamba dan Pimpinan Abu Tours Cabang Palembang, Ridwan segera kita periksa. Surat pemanggilan sudah kami layangkan dan telah diterima kuasa hukum mereka, tinggal waktu pemeriksaannya saja masih dijadwalkan oleh masing-masing kuasa hukumnya,” ungkapnya.

Dijelaskan Suwandi, Muhammad Hamzah Mamba dan Ridwan dipanggil penyidik untuk diperiksa sebagai saksi guna mendalami dugaan kasus penipuan, yang sebelumnya telah dilaporkan para calon jamaah umroh ke Polda Sumsel.

“Bahkan saat ini sudah sekitar 511 calon jamaah umroh yang melapor ke Polda Sumsel. Untuk mengungkap dugaan kasus ini, kami telah memeriksa empat pegawai Abu Tours Palembang dan sekarang tinggal bos Abu Tours dan pimpinan Abu Tours Palembang yang baru akan diperiksa,” jelasnya.

Sedangkan untuk penetapan tersangka, lanjut Suwandi, masih menunggu pemeriksaan semua saksi selesai.

“Selain itu, penetapan tersangka juga masih menunggu hasil dari gelar perkara yang nantinya akan dilakukan penyidik,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Senin sore (12/2/2018) penyidik Subdit I Keamanan Negara Polda Sumsel memasang police line di Kantor Abu Tours Cabang Palembang Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang.

Pemasangan garis polisi tersebut dilakukan menindaklanjuti laporan para calon jamaah umroh ke Polda Sumsel dengan Nomor Laporan: LPB/188/ISI/2018/SPKT. Dimana dalam laporan tersebut para korban melaporkan Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba (53), warga Jalan Bajigau Raya No 321 Makassar Sulawesi Selatan.

Baca Juga :   KPK Periksa Anggota DPR Luqman Hakim Terkait Kasus Korupsi di Kemnaker

Bukan hanya itu, calon jamaah umroh Nurhaya (57), warga Jalan Karya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang, Rabu (21/2/2018) juga telah melaporkan agen Abu Tours Palembang berinisial ‘DW’ (57) warga Jalan Musi Raya Barat Kecamatan Sako Palembang ke Polda Sumsel. Laporan korban diterima petugas kepolisian dengan nomor laporan: LPB/135/II/2018/SPKT.

Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini, Selasa (27/2/2017) sekitar pukul 02.30 WIB, penyidik Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan penggeladahan Kantor Abu Tours Cabang Palembang. Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita satu bungkus plastik, yang berisikan dokumen guna kepentingan penyelidikan.

Perwakilan Abu Tours Makassar, Andi Akbar Hasban mengatakan, pihaknya berupaya memberangkatkan sekitar 7000 lebih calon jamaah di Sumsel yang belum berangkat umroh, paling lambat akhir tahun 2018.

“Kami datang ke Palembang memiliki itikad baik untuk memberangkatan semua calon jamaah yang telah mendaftar berangkat umroh di Kantor Abu Tours Cabang Palembang ini. Di Sumsel ada sekitar 7000 lebih calon jamaah yang belum diberangkatkan, kami upayakan semuanya berangkat secara bertahap, paling lambat hingga akhir 2018 mendatang,” janjinya.

Masih dikatakannya, namun untuk tahap awal keberangkatan umroh, diutamakan para calon jamaah yang mengikuti Maklumat Abu Tours pusat yang belum lama ini telah dikeluarkan, yakni satu jamaah menambah sejumlah uang keberangkatan.

“Awal Maret 2018 ini, kami mulai memberangkatkan calon jamaah umroh dari Kantor Abu Tours Palembang. Tapi, yang diprioritaskan yakni yang mengikuti maklumat. Sedangkan untuk calon jamaah lainnya, juga akan kami berangkatkan secara bertahap, Insya Allah sampai akhir 2018 nanti semua calon jamaah umroh kita berangkat,” janjinya.

Baca Juga :   Polisi Telusuri Penadah Hasil Curian Gun Cs

Sementara Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menegaskan, meskipun semua calon jamaah umroh nantinya diberangkatkan oleh pihak Abu Tours, tentunya hal tersebut tidak akan menghapus proses hukum terkait dugaan penipuan para calon jamaah yang telah membuat laporan kepolisian ke Polda Sumsel.

“Jadi, terkait informasi jika pihak Abu Tours akan memberangkatkan para calon jamaah umroh, itu bagus dan Alhamdulillah. Karena polisi kan melindungi para korban yang tidak diberangkatkan umroh. Tapi, walau calon jamaah nantinya diberangkatkan tentunya itu tidak akan menghapus proses hukum yang kini sedang diselidiki Polda Sumsel,” tegas Jenderal Berpangkat Bintang Dua ini.

Menurut Kapolda, dari hasil penyelidikan dalam dugaan kasus ini diketahui jika uang para calon jamaah umroh yang telah disetorkan, diduga digunakan Abu Tours untuk kebutuhan yang lain. Dari itu dirinya menilai dalam dugaan kasus ini ada unsur pidana penipuannya.

“Penyidik sudah mendapatkan garisnya. Sebab, dalam pidana penipuan itu terdapat serangkaian kata-kata bohong dan tipu muslihat agar orang menyerahkan sejumlah uang sehingga korbannya dirugikan. Artinya, korban dijanjikan umroh tapi uang calon jamaah ini digunakan atau dibelanjakan untuk keperluan lain jadi ini ada unsur penipuannya,” ungkapnya.

Walapun demikian, lanjut Kapolda, dalam membangun kontruksi hukum pada dugaan kasus ini penyidik memang memerlukan waktu, jadi tidak bisa cepat dilakukan penetapan tersangkanya. Hal ini dilakukan karena penyidik mesti mendapatkan bukti dan fakta hukum serta keterangan dari saksi saksi.

“Termasuk penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), kalau terbukti ada uang jamaah yang disembunyikan dan disamarkan maka bisa diterapkan TPPU. Namun, harus ada fakta hukumnya terlebih dahulu,” tandas Kapolda. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Korban Dugaan Penipuan Arisan Online Melapor ke Polda Sumsel

Palembang, KoranSN Tidak terima menjadi korban dugaan penipuan arisan online hingga mengalami kerugian Rp 15.500.000, …

error: Content is protected !!