Bosan Jadi Karyawan Fokus Bisnis

Rahma Ivani  bersama busana rancangannya.
Rahma Ivani bersama busana rancangannya.

SETELAH malang melintang menjadi karyawati di sebuah bank ternama pemilik nama lengkap Rahma Ivani ini memutuskan untuk berhenti kerja dan fokus menjalankan bisnis yang selama ini menjadi usaha sampingannya.

“Baru satu bulan saya berhenti kerja, sudah bosan jadi karyawan. Mungkin kata pepatah ‘Setinggi-tingginya gaji, Anda tetap karyawan. Sekecil-kecilnya usaha, Anda adalah bosnya’, ada benarnya. Karena itu, setelah memutuskan berhenti kerja saya fokus menekuni bisnis make up pengantin dan desain baju,”ujar wanita kelahiran Medan, 17 Februari 1985 ini.

Bagi buah hati H Helman Bunyamin dan Kordiani ini keputusan berhenti kerja mendapat dukungan penuh dari suami tercintanya H Kms Sopian. Karena selain memiliki waktu lebih banyak dengan keluarga, bisnis yang dijalani tidak menuntut dirinya untuk keluar rumah setiap hari. Ketika ada job, wanita cantik ini baru sibuk dengan pekerjaan yang mengharuskan dirinya keluar rumah, tetapi job yang datang tidak setiap hari sehingga memungkinkan penyuka warna hitam-putih dan abu-abu ini untuk merawat dua buah hati tercintanya yaitu Kms M Alfattar (3 th) dan Kms Kevin Apriliano (2 th).

“Sesibuk apapun saya harus ada waktu untuk keluarga, bila weekend tiba kami menyempatkan diri jalan-jalan ke mall ataupun 1 bulan sekali keluar kota,” tutur alumni Sekolah Tinggi Informatika di Jakarta ini.

Baca Juga :   Tagihan Air di Palembang Bisa Dibayar Pakai GoPay

Kecintaanya menjadi perias pengantin berawal dari hobinya yang ingin membuat orang selalu tampil cantik dan menawan saat hari pernikahan tiba. Namun baru pada tahun 2014 ia baru berani menekuni bisnis make up pengantin melihat prospek bisnis tersebut menjanjikan karena setiap minggu ada calon pengantin menikah. “Bisnis make up adalah bisnis yang tidak pernah mati. Namun terkadang menjadi perias pengantin masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Terkadang ada beberapa klien yang kurang menghargai profesi perias pengantin padahal profesi apapun harus dihargai,” tutur wanita yang bercita-cita ingin menjadi perias ternama di Kota Palembang ini.

Seiring waktu berjalan dengan hasil yang memuaskan kliennya, banyak klien yang bertanya dan memberikan ide untuk membuat baju pengantin sehingga satu paket dengan make up pengantin. Karena itu dengan bakat otodidak mendesain baju akhirnya wanita yang memiliki prinsip hidup ‘Orang lain bisa kenapa kita tidak’ ini memutuskan untuk merancang busana pengantin.

Baca Juga :   BCA Relokasi KCP Seberang Ulu

Rancangan pertama dapat diterima oleh klien meskipun belum sempurna. Namun, dari waktu ke waktu rancangan baju pengantin yang ia buat mulai detil, lebih berkualitas dan lebih berkembang sehingga memuaskan calon pengantin yang memakai rancangannya.

Sehingga tidak salah jika wanita yang memiliki obsesi untuk membuka galeri baju pengantin, salon khusus wanita dan studio make up ini tersenyum gembira ketika klien yang diriasnya puas dengan hasil make up dan rancangan baju yang dipakainya. Harga yang ia patok untuk paket pra weeding mulai Rp 300 ribu, make up akad nikah Rp 500 ribu kemudian untuk paket weeding mulai Rp 3 juta.

“Saya sudah ada kerjasama dengan beberapa weeding organizer dan fotografer, alhamdullilah setiap minggu ada saja klien,” tuturnya sembari mengungkapkan keinginannya untuk dapat bekerjsama dengan hotel-hotel yang memiliki paket pernikahan. (soimah)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Ketua MPR: Jangan Terbuai Prediksi RI Akan jadi Kekuatan Ekonomi Dunia

Jakarta, KoranSN Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah tidak terbuai dengan prediksi yang menyebut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.