BPBD Cianjur: Alat Deteksi Dini Tsunami di Pantai Selatan Rusak

Pantai selatan Cianjur. (foto-antaranews)

Cianjur, KoranSN

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, kesulitan mendeteksi potensi tsunami karena dua alat deteksi dini atau early warning system (EWS) yang terpasang di pantai selatan Cianjur dalam kondisi rusak.

“Dua alat pendeteksi tsunami yang dipasang pemerintah pusat di pantai selatan Cianjur sudah tidak berfungsi dengan baik, namun kami tidak dapat melakukan perbaikan karena alat tersebut milik pemerintah pusat,” kata Kepala BPBD Cianjur Dedi Supriadi saat dihubungi, Minggu.

Sehingga, pihaknya kesulitan untuk mendeteksi terjadinya tsunami di wilayah pantai selatan, terlebih dengan munculnya hasil riset ITB yang menyebutkan potensi gelombang setinggi 20 meter akan melanda laut selatan Jawa. Oleh karena itu, pihaknya menjalin koordinasi dengan ITB yang mengeluarkan hasil riset.

Baca Juga :   Ruas Jalan Penghubung Lubuk Batang OKU-Tanjung Raja Ogan Ilir Rampung Tahun 2020

Sedangkan terkait rusaknya alat deteksi dini tsunami tersebut, pihaknya telah bersurat ke kementerian terkait agar segera diperbaiki atau diganti dengan alat yang baru, sehingga deteksi dan peringatan dini bagi warga sekitar dapat dilakukan secara maksimal.

“Selama ini, kami sudah melakukan antisipasi meski alat deteksi dini sudah terpasang, termasuk mitigasi bencana dan proses evakuasi ketika terjadi bencana. Bahkan, terkait hasil riset ITB, kami siagakan Retana di masing-masing desa di wilayah pantai selatan,” tuturnya.

Bahkan, untuk mengantisipasi bencana tsunami yang diperkirakan dapat terjadi kapanpun, pihaknya telah meminta relawan untuk menyosialisasikan pada warga di sepanjang pantai selatan Cianjur, untuk jeli membaca tanda-tanda alam akan terjadinya bencana dan segera mengungsi.

Baca Juga :   Jembatan Penghubung Ulumusi-Paiker Segera Dibangun

“Tidak hanya relawan, kami sudah memberikan pelatihan pada warga di pantai selatan untuk tanggap bencana dan segera mengungsi jika melihat gelombang tinggi disertai angin kencang atau ketika melihat air laut tiba-tiba surut dengan cepat,” katanya. (antara/ima)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Transaksi Lumbung Pangan Jatim melalui BUMDes Capai 200 Kali per Hari

Surabaya, KoranSN Transaksi program Lumbung Pangan Jawa Timur melalui badan usaha milik desa (BUMDes) mencapai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.