BPH Migas: Suplai BBM dari Kilang Pertamina Plaju Aman

Halim mengatakan, pihaknya berkewajiban memastikan kelancaran suplai BBM, termasuk melakukan pengawasan sedemikian rupa guna agar distribusi dan subsidi BBM tepat sasaran.

“Keputusan BPH Migas berdiri di atas tiga pilar kepentingan, yakni pemerintah, badan usaha dan masyarakat, yang bersinergi untuk saling menguatkan,” imbuhnya.

Sementara General Manager (GM) Kilang Pertamina Plaju, Yulianto Triwibowo menegaskan, bahwa kondisi operasional kilang RU III dalam keadaan aman, andal dan efisien, sehingga terus memberikan kontribusi positif bagi suplai energi di Sumbagsel maupun secara nasional. Kilang ini memiliki desain kapasitas pengolahan sebesar 126 ribu barel per hari.

“Untuk ukuran kilang yang ditinggalkan oleh Shell sejak 1964, Alhamdulillah kita masih bisa memberikan kontribusi terbaik,” tuturnya.

Kilang Plaju sendiri didirikan oleh Shell pada 1904, sedangkan Kilang Sungai Gerong didirikan pada 1926 oleh Stanvac. Keduanya kemudian dinasionalisasi dan dikelola oleh negara melalui Pertamina sejak 1964.

Yulianto menjelaskan, hadirnya produk-produk berkualitas yang dihasilkan Kilang Pertamina Plaju yang memiliki luas sebesar 411 Ha juga ditopang oleh peningkatan angka Yield Valuable Product (YVP) sekitar 10% dari target tanpa modifikasi desain kilang yang berarti. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   BBPBL Lampung Pasok 20 Ribu Benih Ikan Kobia Tunjang Budidaya





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kemenko Marves: Jangan Sampai Destinasi Baru Justru Ditemukan WNA

Jakarta, KoranSN Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!