BPK RI Periksa Saksi Dugaan Korupsi PDPDE



Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman. (Foto-Dedy/Dok/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman, Selasa (1/9/2020) mengatakan, BPK RI pusat di Jakarta telah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).

Menurutnya, pemeriksaan saksi tersebut terkait proses audit kerugian negara dalam dugaan kasus korupsi PT PDPDE yang saat ini sedang dihitung oleh BPK RI.

“Ada sejumlah saksi yang diperiksa oleh BPK RI di Jakarta. Pemeriksaan dilakukan hasil koordinasi yang kita lakukan dengan BPK tentang permintaan audit kerugian negara yang telah kami ajukan,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, jika dirinya tidak dapat menyebut siapa saja saksi-saksi yang diperiksa di BPK RI tersebut.

“Kami tidak dapat sampaikan siapa saja yang diperiksa, namun yang jelas pemeriksaan tersebut memang ada dan pemeriksaanya dilakukan di BPK RI di Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga :   Mark-Up Agunan, PT GI Terima Rp 15 Miliar dari Bank Sumsel Babel

Lebih jauh dikatakannya, diperiksanya sejumlah saksi tersebut untuk diambil keterangan guna mengklarifikasi tentang kerugian negara yang kini masih dalam penghitungan oleh Tim BPK RI.

“Jadi yang memeriksa dan mengambil keterangan tersebut bukan kami, namun tim dari BPK RI, tujuannya guna mengklarifikasi kerugian negara yang masih dihitung,” terangnya.

Diungkapkan Khaidirman, dikarenakan kerugian negara dalam perkara ini sedang proses audit, maka Kejati Sumsel saat ini belum menetapkan tersangka dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE.

“Memang dugaan kasus ini sudah naik ke penyidikan, tapi kalau untuk penetapan tersangkanya kami masih lebih dulu menunggu hasil audit kerugian negaranya selesai. Sebab, hasil audit kerugian negara merupakan salah satu saksi ahli untuk penetapan tersangkanya,” paparnya.

Dilanjutkannya, sedangkan terkait berapa lama hasil audit tersebut selesai dirinya tidak dapat memastikannya. Pasalnya, dalam proses penghitungan kerugian negara tentunya membutuhkan waktu.

Baca Juga :   Tabligh Akbar, PKS Siap Jaga NKRI dan Ketentraman Sumsel

“Meskipun demikian, kami terus berkoordinasi dengan BPK RI. Mudah-mudahan hasil auditnya segera selesai hingga kami dapat menetapkan tersangkanya,” pungkasnya.

Sebelumnya Khaidirman telah mengungkapkan, lantaran saat ini Kejati Sumsel hanya menunggu hasil audit kerugian negara maka dalam dugaan kasus tersebut Jaksa Kejati Sumsel tidak lagi memeriksa saksi-saksi.

“Sebab, untuk para saksi semuanya sudah diperiksa oleh Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Sumsel disaat dugaan kasus ini beberapa waktu lalu dinaikan ke tahap penyidikan,” terangnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Jumlah Hakim Kurang Lengkap, Sidang Najib Cs Tersangka Kasus Masjid Sriwijaya Ditunda

Palembang, KoranSN Majelis Hakim yang diketuai Yoserizal SH MH, Senin (17/1/2022) menunda sidang perdana Akhmad …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.