BPKAD Kota Palembang dan Jepara Keluhkan Potongan Anggaran







Kepala Sub Bidang (Kasubid) Penyusunan Anggaran BPKAD Kota Palembang, Fitrian Alex Sandi. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jepara, Rabu (12/7/2017) mengunjungi BPKAD Kota Palembang guna meminta saran dan pendapat tentang keuangan di daerah karena Kota Palembang ada peningkatan dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, kedua belah pihak mengeluhkan akan adanya pemotongan anggaran dari pusat karena kedua instansi pemerintah itu masih ketergantungan dengan dana tersebut.

Kepala Dinas BPKAD Kota Palembang melalui Kepala Sub Bidang (Kasubid) Penyusunan Anggaran BPKAD Kota Palembang, Fitrian Alex Sandi mengatakan, pihak BPKAD Jepara melakukan kunjungan ke BPKAD Kota Palembang guna meminta saran dan pendapat tentang keuangan di daerah serta melakukan konsultasi tentang tersendat-sendatnya dana dari pusat, seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan masalah pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU).

Dilanjutkannya, mengapa BPKAD Jepara berkunjung karena Kota Palembang dinilai memiliki suatu kesamaan situasi yaitu, dari sisi penerimaan dan pendapatan asli daerah.

“Rencananya DAU akan ada pemotongan dari pemerintah pusat, karena kita sama-sama di daerah, jadi kita merasa agak terganggu dengan adanya wacana dari pusat tentang pemotongan transfer-transfer dana tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemotongan dana dari pusat tersebut dikarenakan anggarannya tidak sesuai dari target, padahal disetiap daerah itu memang sudah dianggarkan dan dialokasikan.

“Kita sudah buat kontrak dengan pihak ketiga dan sudah berjalan, dari itu semua kita menggunakan DAU untuk proyek – proyek dan sudah buat kontrak. Tau tau sumber dananya berkurang, nah dari kita mencari dana untuk menutupinya,” jelasnya.

Baca Juga :   Akhmad Najib: Menyambut Asian Games 2018, Semua Pengerjaan Harus Dipercepat

Masih kata Alex, Kota Palembang sendiri menerima anggaran dari pusat sebesar Rp 1,2 triliun. Rencananya setiap daerah akan dipotong tiga hingga lima persen dengan jumlah dana yang diterima dari DAU.

“Kita berharap pemerintah pusat tidak melakukan pemotongan dana tersebut di tahun ini, karena hal tersebut dapat menggangu. Kalau memang mau ada pemotongan, mungkin bisa dilakukan akumulasi untuk tahun selanjutnya, kan untuk tahun selanjutnya masih dalam tahap rencana, belum ada kontrak dan belum berjalan dan mungkin masih bisa,” tandasnya. (rgn)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Manfaatkan Momen Idul Adha: Bank Sumsel Babel Salurkan Bantuan Hewan Qurban

Palembang, KoranSN Memaknai Hari Raya Idul Adha sebagai moment berbagi untuk sesama, Bank Sumsel Babel …

error: Content is protected !!