Buah Jeruk Dikelola Menjadi Makanan dan Minuman

Kabid Industri Disperindagkop Muratara, Safawi AR membantu proses pembuatan sirup. (Foto-Sunardi/Koransn)

Muratara, KoranSN

Dinas Perindustrian Perdagangan Dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai pengelolaan bahan baku buah jeruk menjadi makanan dan minuman.

Kegiatan yang berlangsung di gedung Pesantren Al-Mathiriya Desa Lawang Agung dan diikuti 25 peserta.

“Bimtek ini berlangsung dua hari dan mendatangkan peserta 20 orang dari Desa Terusan, karena di desa tersebut merupakan penghasil buah jeruk terbanyak di Kabupaten kita. Sedangkan lima peserta lainnya berasal dari Kecamatan Rupit dan Karang Dapo,” Kata Kepala Bidang Industri, Safawi AR melalui ketua pelaksana kegiatan, Fadila.

Dalam Bimtek tersebut, bukan hanya menjelaskan cara merubah buah jeruk menjadi minuman, namun dijelaskan juga jika ampas jeruk yang sudah dijadikan minuman bisa dikelola dan kulit jeruk dapat dijadikan makanan.

“Selain buah jeruk yang kita jadikan minuman berupa sirup, di Bimtek ini juga dijelaskan kalau ampas dari buah yang sudah dirubah menjadi sirup ini bisa dibuat selai. Sedangkan kulitnya juga bisa dikelola menjadi manisan kulit jeruk. Namun untuk saat ini kita baru fokus kepada minuman sirup saja, karena pengelolaan ampas dan kulit jeruk membutuhkan waktu yang panjang.” jelasnya.

Pembuatan sirup dari bahan baku jeruk tersebut akan menjadi produk unggulan di Desa Terusan dan akan diperkenalkan kehalayak banyak, sehingga bisa dipasarkan jika sudah memiliki nama dan mampu menarik minat konsumen lokal maupun luar daerah.

“Rencana sirup ini akan dijadikan produk unggulan di Desa Terusan, namun sekarang memang terganjal masalah pemasaran. Jadi untuk mengakalinya sirup ini akan kita bawa ke pameran serta menjadi sovenir jika ada tamu yang datang ke Muratara.” ungkapnya.

Sementara, Mulyati (39) salah satu peserta Bimtek yang berasal dari Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya mengatakan, Bimtek yang dilakukan oleh Disperindagkop merupakan kegiatan yang ketiga kalinya yang diikutinya, karena selama ini ia sudah pernah mengikuti pelatihan yang sama.

Baca Juga :   Lestarikan Gotong Royong di Era Kemajuan Teknologi

“Bimtek pertama yang kami ikuti yakni Koperasi Kalamansi di Provinsi Bengkulu, yang kedua dari Bappeda di Hotel Abadi Lubuklinggau. Nah, jadi Bimtek yang sekarang merupakan yang ke tiga kalinya. Tidak masalah mau berapa kali ikut, karena kami bisa lebih mendalami lagi ilmu yang sudah kami peroleh sebelumnya.” paparnya.

Mengenai pemasaran, Mulyati menerangkan jika penjualan sirup yang dinamai Limau Manis ini hanya akan memproduksi jika mendapat order atau pesanan dari konsumen saja, dan belum begitu dipasarkan untuk dijual.

“Jadi, kami hanya memproduksi jika ada yang pesan maka kami buatkan, karena selama ini alat atau bahan-bahan yang diperlukan masih banyak kekurangan,” pungkasnya. (snd)



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Dandim 0404 Kunker ke PALI Disambut Wabup Soemarjono

PALI, KoranSN Bupati PALI, Dr. Ir. H. Heri Amalindo, MM melalui Wakil Bupati PALI, Drs. …

error: Content is protected !!