Buat Berita Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya, Pemred SN Diancam Disiram Cuka Para





Agus Harizal didampingi Ketua Pembelaan Wartawan PWI Pusat Oktaf Riadi dan Ketua Bidang Hukum dan Advokasi JMSI Sumsel Amrizal Aroni saat membuat laporan di Polda Sumsel. (Foto-KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pemimpin Redaksi (Pemred) Suara Nusantara (SN) dan Koransn.com, Agus Harizal ST, Rabu (23/3/2022) melapor ke Polda Sumsel lantaran mendapat ancaman akan disiram cuka para terkait pembuatan berita dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Srwijaya yang kini sidangnya sedang bergulir di Pengadilan Tipikor Palembang.

Baca Juga :   Pemprov Salurkan Ribuan Paket Sembako dari Kemenkumham RI ke Warga Sumsel

Adapun berita tersebut berjudul “NPHD Masjid Sriwijaya yang Ditandatangani Akhmad Najib Melanggar Undang-Undang”. Dimana pemberitaan yang buat berdasarkan data dan fakta persidangan dengan agenda keterangan Ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (22/3/2022).

Ancaman penyiraman cuka para tersebut dikirim via pesan whatsapp oleh nomor handphone tak dikenal ke handphone milik Agus Harizal. Untuk nomor handphone pengancam tersebut telah diserahkan ke Polda Sumsel.

Atas ancaman tersebut, Agus Harizal yang juga merupakan Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melapor ke Polda Sumsel didampingi oleh Ketua Pembelaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Oktaf Riadi dan Ketua Bidang Hukum dan Advokasi JMSI Provinsi Sumsel, Amrizal Aroni. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Gubernur Alex Noerdin Kukuhkan FKM Lekipaliges





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejari PALI Segera Limpahkan Berkas Empat Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Kantor DPRD

Palembang, KoranSN Kejari PALI dalam waktu dekat segera melimpahkan berkas perkara empat tersangka dugaan kasus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!