“Bucin” Minyak Goreng Harga Tinggi Lalu Menghilang Tetap Diburu



Hernayani,SE.MM. (Foto-Istimewa)

HARI ahad lalu seperti biasa saya belanja kebutuhan sehari-hari di salah satu retail terbesar di kota ini, betapa kagetnya saya mendapati rak-rak yang biasanya berjejer semua merek minyak goreng saat itu kosong.

Belum hilang dari ingatan sekitar 1 bulan lalu saat emak-emak menjerit disebabkan terjadinya kenaikan harga minyak goreng yang melambung tinggi, saat itu semua merek minyak goreng masih berjejer rapi. Dan ternyata, setelah membuka berbagai media termasuk media sosial saya tidak sendirian, “emak emak” hampir di seantro negeri juga mengalami hal yang sama mendapati rak rak yang biasa memajang minyak goreng di sejumlah minimarket dan toko-toko dalam keadaan kosong.

Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu kaget, sejak mengalami kenaikan harga yang mencapai 49 ribuan per liter sekitar 1 bulan lalu itu, kejutan selanjutnya sudah bisa ditebak.

Sebenarnya seberapa penting minyak goreng terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia. Masyarakat seolah tidak bisa lepas alias Bucin (budak cinta) dengan yang namanya minyak goreng. Minyak goreng terutama yang berasal dari minyak nabati merupakan salah satu sumber omega 9 yang gunanya sangat baik untuk kesehatan. Selain itu teknik memasak dengan cara menggoreng lebih praktis dan lebih cepat dibanding teknik memasak lainnya, seperti merebus dan mengkukus. Dan yang lebih penting jenis masakan dengan teknik digoreng lebih renyah dan memberikan sensasi tersendiri dimulut.

Berat bukan untuk terlepas jauh dari bahan makanan satu ini? Dan juga sulit mencari alternatif atau pengganti dari minyak goreng, tidak seperti komoditi cabai misalnya, jika harga melambung tinggi dan stok sedikit maka masyarakat dianjurkan menanam di pekarangan atau dipot, akan tidak pas untuk minyak goreng yang bahan bakunya dari minyak inti buah kelapa sawit. Hal yang mustahil jika masyarakat dianjurkan menanam dipot atau dipekarangan lalu selanjutnya biji buah kelapa sawit diproses sendiri sampai siap digunakan di penggorengan. (ini komedi red).

Baca Juga :   Anak Rentan Stres Ketika Terpapar Tontonan yang Tidak Sesuai

Walaupun dibeberapa daerah, cara mengelola makanan bisa saja terlepas dari yang namanya minyak goreng, misalnya di Sumatera Selatan, pengelolaan makanan yang tak kalah lezatnya missal dengan dikukus, dipepes, dibakar, direbus sejenis makanan “pindang” dan lain lain. Sensasi makanan dengan pengolahan ddengan cara demikian tidak kalah lezat dan memberikan sensasi luar biasa. HALAMAN SELANJUTNYA>>



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Suzuki Jual 1.200 Mobil Selama IIMS 2024

Jakarta, KoranSN PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selama 11 hari pelaksanaan Indonesia International Motor Show …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!