Buka Kursus Mahir Dasar, Kadisdik Muratara: Pramuka Induk Segala Kegiatan





Usai pembukaan kursus mahir dasar gerakan pramuka, Kwarcab Muratara foto bersama dengan Kadisdik Kabupaten Muratara ,Drs Sukamto MPd. beserta para peserta kursus. (foto-sunardi/koransn)

Muratara, KoranSN

Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) HM Syarif Hidayat sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) gerakan pramuka Kabupaten Muratara yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muratara Sukamto membuka kursus mahir dasar (KMD) gerakan pramuka kwartir cabang (Kwarcab) Muratara, Rabu (3/7/2019).

Kegiatan berlangsung selama lima hari ini dipusatkan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Muara Rupit, Kelurahan Muara Rupit, Kabupaten Muratara diikuti oleh Korwil Disdik Muratara, pihak Kwarcab Muratara, Pembina SD, SMP dan SMA sederajat dalam wilayah Kabupaten Muratara.

Dalam kesempatan itu, Kadisdik Kabupaten Muratara, Sukamto mengatakan, kegiatan pramuka adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan merupakan induk dari segala kegiatan kegiatan yang lainnya.

“Kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) bagian dari pramuka, kegiatan kepemimpinan LKS bagian dari pramuka dan lain lain, sehingga kegiatan pramuka ini merupakan keterpaduan sebagai wadah pembentuk pendidikan karakter bangsa terutama di Indonesia ini,” jelasnya.

Sukamto menjelaskan, semenjak lima tahun yang lalu presiden Jokowi memasukan pramuka ini di nawacita pendidikan karakter bangsa yang meliputi 18 indikator, semuanya masuk kedalam kegiatan kepramukaan.

Baca Juga :   Dua Negeri di Ambon Raih Trophy Proklim Utama

“Untuk di Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara ini belum tersentuh pendidikan karakter bangsa yang meliputi lima indikator, diantaranya religius. Religius sudah ada didalam kepramukaan yaitu dalam dasa dharma yang pertama yakni Bertaqwa Kepada Tuhan yang Maha Esa,” katanya.

Lanjut Sukamto, dirinya terharu dan benar-benar menginginkan pramuka di Muratara ini akan lebih maju dibandingkan kabupaten/kota lain.

“Bila perlu seluruh kepala sekolah, seluruh guru yang ada di sekolah dasar (SD), yang ada di sekolah menengah pertama (SMP) minimal memiliki kursus mahir dasar (KMD) dan kursus mahir lanjutan (KML), kegiatan ini akan kita coba anggarkan di tahun 2020,” katanya.

Masih dikatakan Sukamto, kebijakan Dinas Pendidikan telah disampaikan kepada sekolah-sekolah, bahwa mulai tahun anggaran 2019/2020 pada bulan Juli nanti pihaknya akan mulai percepatan bekerjasama dengan Kwarcab yaitu Saka Widya Budaya Bhakti, semakin banyak kegiatan semakin bagus sekolah tersebut.

“Bagi kepala sekolah yang tidak mau mengadakan kegiatan kegiatan ekstrakurikuler tolong dicatat Pak Kadir (Kabid Dikdas red), setiap sekolah wajib mengadakan kegiatan ekstrakurikuler yang mana telah disampaikan pada Permendikbud no 63 tahun 2014. Jadi, kurikulum 2013 wajib melaksanakan kegiatan pramuka sedangkan di Disdik Muratara tahun 2018/2019 sudah melaksanakan K13 semuanya,” tegasnya.

Baca Juga :   Gempa Bermagnitudo 5 Sebabkan Kerusakan Bangunan di Halmahera Utara

Selanjutnya kata Sukamto, Disdik Kabupaten Muratara tetap mendukung dan ikut dalam even even kegiatan serta ikut dalam pelaksanaannya karna dari kakak kakak inilah yang bisa membentuk karakter anak-anak.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kegiatan kursus mahir dasar Kwarcab Muratara resmi dibuka,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kwartir Cabang (Kwarcab) Muratara, Muhamad Zakaria mengatakan agenda hari ini adalah pembukaan secara resmi kursus mahir dasar Kwarcab Muratara tahun 2019, kegiatan ini kebetulan dibuka oleh Bupati yang diwakili oleh Kepala Disdik Kabupaten Muratara.

“Kegaiatan ini berlangsung dari tanggal 3 hingga 8 juli 2019, dengan jumlah peserta sebanyak 45 peserta terdiri dari para korwil Disdik, kemudian dari pihak Kwarcab Muratara, setelah itu Pembina pembina dari SD, SMP, SMA sederajat yang ada diseluruh Muratara,” katanya.

Ia menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah untuk menelorkan pembina pembina pramuka di sekolah sekolah atau di gugus depan (gudep) masing masing, setelah mereka selesai mengikuti kursus ini mereka sudah berhak membina dengan diberikan ijazah kursus mahir dasar tersebut.

“Materinya nanti masih seputar ke pramukaan dan mungkin juga yang bersifat peraturan perundang undangan. Kita berharap kedepan, dengan bertambahnya pembina mungkin bertambah aktif pembinaan disekolah masing masing sebagaimana perintah Mentri Pendidikan telah mewajibkan kegiatan ektrakurikuler di sekolah,” pungkasnya. (snd)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemkab Parimo: Jalan Trans Sulawesi Sudah Bisa Dilalui Pascabanjir

Palu, KoranSN Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengatakan akses jalan Trans Sulawesi sudah bisa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!