Bukan Hanya Polisi Gadungan, Ari Juga Ngaku Dokter & Sewa Mobil Mewah

Junaidi korban penipuan Ari Septian saat di periksa sebagai saksi di Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Ari Septian (21), yang ditangkap pihak kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel karena menjadi polisi gadungan untuk menipu sejumlah wanita yang akan dikencaninya. Ternyata juga mengaku menjadi dokter dalam melancarkan aksi penipuannya.

Hal ini terungkap saat seorang pengusaha rental mobil di Palembang, Junaidi (39), warga Talang Jambe melaporkan tersangka dan menjalani pemeriksaan sebagai saksi di ruang penyidik Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Menurut Junaidi, pada awal Agustus 2018 lalu tersangka Ari Septian mendatangi tempat usaha rental mobilnya yang berada di kawasan Talang Jambe Palembang. Kedatangan tersangka untuk menyewa mobil mewah jenis minibus.

“Saat datang ke tempat usaha saya, Ari Septian ini mengaku sebagai dokter spesialis di Palembang. Kemudian dia menyewa mobil mewah jenis menibus yang katanya untuk keperluan menghadiri acara dokter dan juga untuk menjemput ayahnya seorang pejabat Polri yang bertugas di Sulawesi,” ungkapnya.

Menurut Junaidi, jika saat itu dirinya tidak menaruh curiga lantas iapun memberikan mobil mewah yang diminta tersangka untuk disewa.

“Dia ngerental mobil mewah tersebut selama enam hari dengan biaya sewa Rp 3 juta perharinya. Kemudian, setelah enam hari berlalu Ari Septian ini mengembalikan mobil yang disewa itu, namun saat itu dia hanya membayar uang sewa mobil untuk satu hari saja, yakni senilai Rp 3 juta, kata dia untuk uang sewa sisanya nanti akan diantarkan oleh sopirnya,” ungkapnya.

Akan tetapi lanjut korban, hingga saat ini tersangka tidak kunjung datang ke tempat usahanya untuk melunasi uang sewa mobil tersebut.

Baca Juga :   Pencuri Sarang Walet Diringkus Polisi

“Sudah sempat dia kami cari, namun tidak pernah bertemu. Hingga akhirnya kami dapat kabar jika Ari Septian ditangkap Polda Sumsel karena menjadi polisi gadungan, untuk itulah saya datang ke Polda untuk melapor sekaligus memberikan saksi,” tandasnya.

Sedangkan tersangka Ari Septian mengaku, jika selain menyamar menjadi polisi gadungan dirinya juga berpura-pura menjadi dokter. Bahkan untuk meyakinkan wanita yang menjadi korbannya dirinya pun menyewa mobil mewah.

“Semua itu saya lakukan agar para korban percaya, dan saya melakukan penipuan ini hanya untuk mengencani wanita saja, bukan untuk mencari materi. Aksi penipuan ini saya lakukan setelah diajari oleh teman yang saya kenal di Medsos, yakni ‘R’,” ujarnya singkat.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alfiani mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap para korban yang telah ditipu oleh tersangka Ari Septian.

“Tersangka memang kini sudah kami amankan, namun kami masih terus melakukan penyelidikan dan mendata pada korbannya. Dari itu kami menghimbau kalau ada warga yang merasa dirugikan atau menjadi korban bisa mendatangi Ditreskrimum untuk kami data. Selain itu, kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati supaya tidak menjadi korban penipuan. Hal ini dikarenakan, para pelaku penipuan tentunya akan melakukan berbagai cara dan modus dalam melakukan aksi kejahatan,” tandasnya.

Tersangka Ari Septian saat diamankan di Polda Sumsel.

Diberitakan sebelumnya, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (26/11/2018) meringkus tersangka Ari Septian (21) lantaran menjadi polisi gadungan untuk menipu sejumlah wanita di Kota Palembang. Tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Bima Sakti LK VI Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin ini, ditangkap di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani Plaju Palembang.

Baca Juga :   Buronan Pembunuh Driver Taksi online Bersembunyi di 4 Kabupaten Jawa Tengah

Saat diringkus, tersangka mengenakan seragam lengkap kepolisian dari Satuan Bid Dokkes Polda Sumsel berpangkat Ipda. Tampak di seragam yang dikenakan tersangka juga terpasang nama palsu, yakni Julian Saputra. Bukan hanya itu, di pinggang tersangka juga didapati senjata Air Soft Gun lengkap dengan sarungnya.

Dikatakan tersangka Ari Septian, dirinya menyamar menjadi anggota polisi dengan seragam lengkap agar dapat mengencani wanita di Palembang. Bahkan untuk meyakinkan para korbannya, dirinya sering tampil live di media sosial (Medsos) dengan mengenakan seragam polisi.

“Sudah sekitar 1 bulan lebih saya pura-pura jadi polisi. Tujuannya agar perempuan yang akan saya dekati mau kepada saya, bahkan agar para korban percaya maka saya menjanjikan akan menikahi mereka. Dari sejumlah korban yang saya tipu, memang ada juga yang uang di ATM milik korban saya tarik. Sementara untuk seragam polisi yang saya gunakan ini, saya dapatkan dari teman saya ‘R’,” ungkap tersangka. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

PK Kembali Panggil Dua Pegawai WIKA Kasus Jembatan Waterfront City

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu kembali memanggil dua pegawai PT Wijaya Karya (WIKA) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.